Perbandingan skema pembiayaan menunjukkan perbedaan signifikan dalam suku bunga pinjaman. Jepang menawarkan bunga 0,1% per tahun sementara China menawarkan 2% per tahun - 20 kali lebih tinggi.
Dengan pembiayaan utang 4,5 miliar dolar AS, bunga pinjaman proyek China mencapai 90 juta dolar AS per tahun dibanding Jepang yang hanya 4,5 juta dolar AS. Dalam 10 tahun masa tenggang, selisih bunga mencapai 855 juta dolar AS.
Pembengkakan Biaya yang Tidak Normal
Biaya proyek membengkak 1,2 miliar dolar AS menjadi total 7,22 miliar dolar AS. Pembengkakan 20% ini tidak wajar mengingat proyek seharusnya bersifat turnkey (harga tetap) dimana cost overrun menjadi tanggung jawab kontraktor.
Lebih memprihatinkan, 75% dari pembengkakan biaya (900 juta dolar AS) dikenakan bunga pinjaman 3,4% per tahun - 34 kali lipat dari bunga Jepang.
Kesimpulan dan Tuntutan
Berdasarkan analisis tersebut, KPK harus segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan korupsi proyek KCJB. Masyarakat menuntut transparansi dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan proyek strategis nasional ini.
Artikel Terkait
Drama dan Kebaikan di Balik Sesaknya Gerbong KRL
Polairud Buka Jalur Pelayaran Muara Angke yang Tersumbat
Prasetyo Bantah Isu Pertemuan Prabowo dengan Oposisi
Restoran Keluarga dan Luka Masa Lalu: Kisah Cinta Kedua di Predestined Love