Yahya Sinwar menghadapi pilihan sulit: bekerja sama dengan Zionis untuk membuka pintu kekayaan dan jabatan, seperti yang dilakukan Mahmud Abbas dan lainnya, atau menolak kompromi demi perjuangan. Dia memilih jalan yang jarang dilalui, menempatkan kesenangan dunia di bawah kakinya dan mengangkat semboyan "menang atau mati syahid".
Seorang teman dekat dari Gaza yang mengenal Yahya Sinwar dengan baik, bahkan sering menampungnya, memberikan kesaksian yang dalam: "Wallahi, kami memperhitungkannya di sisi Allah sebagai seorang Wali".
-Saief Alemdar-
Artikel Terkait
Detektif Digital Ungkap Misteri Mercy Merah dan Penjarahan Terkoordinasi Agustus Lalu
Hendrajit: Argumen Kapolri Soal Polri Bawah Kementerian Dinilai Sihir Opini yang Ancam Otoritas Presiden
Kebakaran Rumah Mewah di Jagakarsa, Seorang Lansia Tewas Terjebak
Kapolres Sleman Dicopot, Imbas Penanganan Kasus Penjambret Tewas