Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintahan Prabowo Subianto dinilai berpotensi tinggi menjadi ladang korupsi. Akademisi Ubaidillah Badrun mengungkapkan bahwa mekanisme MBG sarat dengan celah korupsi, di mana kontraktor yang mendapat proyek diwajibkan menyetor sejumlah dana kepada pihak tertentu.
Ubaidillah Badrun, yang akrab disapa Ubed, menyatakan dalam diskusi publik Masyumi, "Total anggaran program MBG mencapai lebih dari 300 triliun rupiah. Jika 30 persennya dikorupsi, maka kerugian negara bisa mencapai 100 triliun rupiah. Ini merupakan angka yang sangat besar."
Potensi korupsi dalam program MBG ini dikhawatirkan akan memicu perlawanan dari Generasi Z, mengingat sebanyak 9,9 juta dari mereka masih menganggur akibat dampak Undang-Undang Cipta Kerja.
Anthony Budiawan, pakar ekonomi lainnya, menilai program MBG tidak akan menciptakan stimulus ekonomi yang signifikan. Menurutnya, program ini hanya memindahkan uang dari satu sektor ke sektor lain tanpa menciptakan nilai tambah. Ia mencatat terjadi PHK di sektor hotel dan transportasi akibat berkurangnya kegiatan dinas, sementara di sisi lain MBG menyerap anggaran yang sangat besar.
Ketua Umum Masyumi Ahmad Yani mengusulkan evaluasi total terhadap program MBG. Model yang lebih efisien diusulkan, seperti mengalirkan dana langsung ke kantin sekolah untuk memendekkan mata rantai distribusi dan mengurangi potensi korupsi dalam implementasi program makan bergizi gratis.
Artikel Terkait
Gus Ipul Serukan Inklusivitas dan Larang Bullying di Sekolah Rakyat Deli Serdang
Distraksi: Senyuman Licin yang Menggerogoti Fokus Anak Muda
Pernyataan Prabowo Soal Israel Viral, Ternyata Ada Syarat yang Terpotong
Gelombang Mundur di OJK dan BEI, Isu Free Float Diduga Jadi Pemicu