Danantara Diduga Jadi “Juru Selamat” GOTO? Pandu Sjahrir Didesak Jawab Dugaan Konflik Kepentingan
Pengamat ekonomi Agustinus Edy Kristianto mengungkap rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang akan menanamkan investasi awal sekitar Rp16 triliun di pasar modal. Investasi ini direncanakan dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) dan saham perusahaan dengan fundamental kuat.
Namun, pernyataan Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, bahwa investasi juga akan diarahkan ke perusahaan swasta menimbulkan pertanyaan besar. Agustinus menyoroti potensi konflik kepentingan dalam kebijakan investasi Danantara ini.
“Kita patut bertanya terang-terangan: apakah maksudnya dana dari dividen BUMN itu akan dipakai Danantara untuk membeli saham GOTO dan TOBA?” tulis Agustinus dalam analisanya, Senin (20/10/2025).
Pertanyaan ini muncul mengingat latar belakang Pandu Sjahrir yang merupakan investor awal GOTO dan pernah menjabat Komisaris Utama GoTo Financial. Pandu juga merupakan keponakan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan mantan Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).
Artikel Terkait
Bareskrim Ungkap Dugaan Penyelewengan Dana Rp 2,4 Triliun di PT DSI
Bandara Ngurah Rai Siagakan Thermal Scanner Cegah Virus Nipah
Teddy dan Emil Bahas Infrastruktur Jatim hingga Program Prioritas Prabowo
Imigrasi Luncurkan Global Citizen of Indonesia, Izin Tinggal Seumur Hidup untuk Diaspora