Mahfud MD Sebut Laporan Markup Proyek Whoosh Nggak Masuk Akal, KPK Tetap Minta Dilaporkan

- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:00 WIB
Mahfud MD Sebut Laporan Markup Proyek Whoosh Nggak Masuk Akal, KPK Tetap Minta Dilaporkan
Mahfud MD Tolak Permintaan Laporan KPK Soal Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh

Mahfud MD: Permintaan Laporan KPK Soal Dugaan Mark Up Whoosh Tidak Masuk Akal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Mahfud MD untuk membuat laporan resmi terkait dengan dugaan mark up pada proyek Kereta Cepat Whoosh. Menanggapi hal ini, Mahfud MD menilai permintaan tersebut tidak masuk akal.

Menurut Mahfud, KPK seharusnya dapat langsung melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus tersebut tanpa harus menunggu laporan terlebih dahulu. Ia menegaskan bahwa lembaga antirasuah itu memiliki kewenangan penuh untuk memeriksa kasus-kasus korupsi.

"Sekarang ini kalau hal seperti itu nggak mesti laporan. Langsung diselidiki, nggak perlu laporan-laporan, nggak masuk akal," ujar Mahfud MD di Jakarta, dikutip pada Sabtu (18/10/2025).

Mahfud MD Sarankan KPK Periksa Anthony Budiawan

Lebih lanjut, mantan Menko Polhukam ini justru meminta agar KPK memanggil dan memeriksa Anthony Budiawan. Alasannya, Anthony-lah yang pertama kali menyampaikan adanya indikasi mark up dalam proyek kereta cepat Whoosh.

"Kalau mau menyelidiki betul ke KPK, panggil Anthony Budiawan karena dia yang bilang di situ sebelum saya kan sayang bilang 'ini Anthony Budiawan bilang begitu', kan," ungkap Mahfud.

KPK Minta Laporan Dilengkapi Data Awal

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyerukan kepada setiap warga negara yang memiliki informasi mengenai tindak pidana korupsi untuk menyampaikannya kepada KPK melalui saluran pengaduan yang tersedia.

Budi juga mengingatkan agar laporan yang disampaikan dilengkapi dengan informasi atau data awal. Hal ini dimaksudkan agar proses telaah dan verifikasi yang dilakukan oleh KPK dapat berjalan lebih presisi dan akurat.

“Tentunya dari setiap laporan pengaduan masyarakat, KPK akan mempelajari dan menganalisis, apakah substansi atau materi dari laporan tersebut termasuk dalam unsur dugaan tindak pidana korupsi atau bukan,” ucap Budi Prasetyo.

Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh

Mahfud MD dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube resminya mengungkapkan perbandingan biaya proyek. Menurutnya, proyek Whoosh di China hanya memakan anggaran sekitar 17 juta dolar AS per kilometer (km). Namun, saat pengerjaan di Indonesia, anggaran tersebut membengkak menjadi 52 juta dolar AS per km.

"Ada dugaan mark up. Dugaan mark up-nya begini, itu harus diperiksa uang lari ke mana. Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per 1 kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar AS, tapi di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat," jelas Mahfud MD dalam video tersebut.

Komentar