Penolakan inilah yang memicu amarah Febrianto. Dalam keadaan emosi, dia kemudian menyumpal mulut korban menggunakan manset berwarna hitam.
"Pelaku juga mencekik leher korban hingga korban tak berdaya, lalu mengikat kedua tangan korban dengan jilbab warna pink," tambah Nandang.
Setelah memastikan korban tidak lagi bergerak, pelaku mengambil barang berharga milik Anti, yaitu handphone dan sepeda motornya. Febrianto kemudian melarikan diri ke kawasan Muara Padang, Banyuasin, sebelum akhirnya berhasil ditangkap oleh polisi.
Sumber: detik
Foto: Kolase Febrianto alias Febri dan Anti Puspita Sari/Net
Artikel Terkait
Kontroversi Ijazah Jokowi: Pola Wisuda UGM 1985 Tak Sesuai Bulan November
Prabowo Pacu Pendidikan, Kunjungan ke Inggris Jadi Langkah Strategis
Antusiasme Konser Mewah vs Realita 171 Juta Penduduk Miskin
SP3 Eggi-Damai: Instruksi Istana yang Mengabaikan Aturan Hukum