Sumatera Barat Geger! Anak Buya Mahyeldi Pimpin PSI Sumbar
Suasana politik Sumatera Barat memanas setelah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara resmi menunjuk Muhammad Taufiqur Rahman sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sumatera Barat. Penunjukan ini mengejutkan banyak kalangan karena Taufiq adalah putra kandung Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi, seorang tokoh senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
PSI Bidik Kemenangan di Sumbar dengan Rekrutmen Strategis
Elite PSI Pusat, Dedy Bakhtiar, menyatakan bahwa kehadiran Taufiq adalah momentum penting untuk menjadikan PSI sebagai partai pemenang di Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa dengan bergabungnya putra Buya Mahyeldi, PSI menargetkan suaranya dapat melampaui PDI Perjuangan di daerah tersebut.
Penunjukan Taufiq diumumkan secara resmi dalam acara konsolidasi DPP PSI di Jakarta pada Rabu (15/10/2025). Dalam kesempatan itu, Taufiq terlihat bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni. Foto kebersamaan mereka kemudian diunggah Taufiq di media sosial pribadinya, yang langsung memantik reaksi publik.
Profil Muhammad Taufiqur Rahman: Dari PKS ke PSI
Muhammad Taufiqur Rahman adalah anak keempat dari Gubernur Mahyeldi, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sumbar dan pernah memimpin DPW PKS di provinsi yang sama. Sebelum beralih ke PSI, Taufiq sempat maju sebagai calon legislatif DPRD Sumbar dari PKS pada Pemilu 2024 untuk Dapil 4 (Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat), namun tidak berhasil meraih kursi.
Reaksi Publik: Kekecewaan dan Kritik Tajam
Keputusan Taufiq bergabung dengan PSI, yang dianggap memiliki ideologi berbeda secara diametral dengan PKS, menuai berbagai reaksi. Banyak komentar di media sosial yang menyayangkan langkah ini, dengan beberapa netizen menyebutnya sebagai tindakan yang tidak menjaga marwah sang ayah. Sebagian komentar juga menyiratkan adanya kekecewaan pribadi Taufiq terhadap PKS pasca-kegagalannya dalam Pemilu 2024.
Sumber: Portal-Islam.id
Artikel Terkait
Tiga Sipir Lapas Blitar Diduga Jual Beli Kamar Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
Tim Uber Indonesia Kunci Juara Grup C Usai Comeback Dramatis Lawan Chinese Taipei
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta
Kuasa Hukum Jusuf Kalla Sebut Ada Gerakan Terpola di Balik Pemotongan Video Ceramah Mati Syahid