Densus 88 Turun Tangan di Surabaya, Ini yang Dikejar!

- Minggu, 12 Oktober 2025 | 21:50 WIB
Densus 88 Turun Tangan di Surabaya, Ini yang Dikejar!

Pemkot Surabaya Gandeng Densus 88 Antiteror Cegah Radikalisme di Dunia Digital

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah strategis dengan menggandeng Densus 88 Antiteror Polri. Kolaborasi ini dilakukan sebagai respons atas peringatan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengenai bahaya infiltrasi paham radikal yang menyasar anak-anak melalui ruang digital dan permainan daring.

Peringatan BNPT ini bukan tanpa alasan. Lembaga tersebut telah mencatat setidaknya 13 anak dari berbagai daerah di Indonesia terpapar dan terhubung dengan jaringan simpatisan teroris yang menggunakan platform game online sebagai pintu masuk.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, menyebut infiltrasi ini sebagai bentuk kekerasan psikis yang berbahaya.

"Ini adalah salah satu bentuk kekerasan psikis. Karena terornya itu tidak kelihatan, tahu-tahu akan mengubah karakter anak ini seperti apa,” ujarnya.

Edukasi Internet Sehat dan Pencegahan Radikalisme

Menurut Ida, kerja sama dengan Densus 88 menjadi momentum penting untuk memperluas edukasi bagi guru dan siswa tentang bahaya radikalisme serta pentingnya berinternet secara sehat.

"Sebetulnya upaya-upaya pencegahan untuk berinternet sehat itu sudah lama kita lakukan. Tapi ini dapat materi baru yang harus kita sampaikan ke anak-anak," jelasnya.

Edukasi tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga orang tua. Tujuannya agar para orang tua lebih memahami cara berkomunikasi dan mengawasi anak-anak mereka di era digital.

Peran Kampung Pancasila dan Komunitas Anak

Untuk memperkuat ketahanan masyarakat, Pemkot Surabaya mengoptimalkan peran Kampung Pancasila. Melalui pilar sosial budaya dan kemasyarakatan, materi pencegahan radikalisme akan disampaikan kepada warga.

Selain melalui jalur formal, Pemkot juga aktif melibatkan berbagai komunitas anak di Surabaya. Beberapa di antaranya adalah Organisasi Pelajar Surabaya (Orpes), Forum Anak Surabaya (FAS), dan Duta Generasi Berencana (Genre) dalam kampanye anti-kekerasan dan wawasan kebangsaan.

Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat membentengi generasi muda Surabaya dari ancaman paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang semakin merambah ke dunia digital.

Sumber: RMOL - Pemkot Surabaya Gandeng Densus 88, Ada Apa?

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar