Rp 881 Triliun untuk Gaza: Inilah Rincian Dana Rekonstruksi yang Mengejutkan

- Minggu, 12 Oktober 2025 | 05:50 WIB
Rp 881 Triliun untuk Gaza: Inilah Rincian Dana Rekonstruksi yang Mengejutkan

Biaya Rekonstruksi Gaza Capai Rp881 Triliun, 90% Bangunan Hancur

Jalur Gaza memerlukan dana sangat besar untuk proses rekonstruksi menyusul kehancuran masif akibat dua tahun serangan Israel. Data terbaru menunjukkan sekitar 90 persen bangunan di wilayah kantong tersebut hancur total.

Rincian Kerusakan dan Kebutuhan Dana

Laporan Penilaian Kerusakan dan Kebutuhan Sementara (IRDNA) Gaza dan Tepi Barat yang dirilis Bank Dunia, Uni Eropa, dan PBB pada Februari 2025 mengungkap perkiraan biaya rekonstruksi mencapai 53 miliar dolar AS (setara Rp881 triliun). Kebutuhan jangka pendek dalam tiga tahun pertama pasca-perang diperkirakan sekitar 20 miliar dolar AS (Rp332,4 triliun).

Berdasarkan data situasi dari Oktober 2023 hingga Januari 2025, kerusakan fisik yang terjadi mencapai 29,9 miliar dolar, sementara kerugian ekonomi dan sosial sebesar 19,1 miliar dolar.

Sektor Perumahan Paling Terdampak

Perumahan menjadi sektor yang paling terdampak dengan alokasi dana 15,2 miliar dolar (30% dari total kebutuhan). Untuk jangka pendek, pembangunan perumahan membutuhkan dana 3,7 miliar dolar dengan prioritas penyediaan tempat tinggal alternatif.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengungkapkan Israel telah menghancurkan 92 persen rumah warga Palestina di Gaza hingga Mei 2025.

Kerusakan Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan

Rekonstruksi sektor kesehatan di Gaza membutuhkan biaya lebih dari 7 miliar dolar AS menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Tentara Israel melakukan 778 serangan terhadap fasilitas kesehatan, merusak 34 rumah sakit, 91 pusat medis, dan 210 ambulans.

Sektor pendidikan membutuhkan dana pemulihan sekitar 3,8 miliar dolar AS selama 5 tahun. UNESCO mencatat 97 persen sekolah mengalami kerusakan bangunan, dengan 518 dari 564 sekolah membutuhkan rekonstruksi penuh.

Tantangan dan Prioritas Rekonstruksi

Ahmed Bayram dari Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) menekankan bahwa pembangunan kembali Gaza membutuhkan dorongan global dan komitmen Israel untuk mengizinkan perbaikan infrastruktur.

Mamoun Besaiso, penasihat PBB untuk rekonstruksi Gaza, menyatakan prioritas utama adalah penyediaan tempat tinggal, layanan dasar seperti air, makanan, serta layanan medis dan pendidikan.

Sumber: https://www.inews.id/news/internasional/gaza-butuh-dana-rp881-triliun-untuk-rekonstruksi-ini-perinciannya

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar