MURIANETWORK.COM - Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, saat awal menjabat sebagai anggota DPR RI pada 2014 lalu, kekayaan Ahmad Sahroni tercatat sebesar Rp2,8 miliar.
Kemudian tahun 2017, harta kekayaan yang tercantum dalam LHKPN Ahmad Sahroni mengalami peningkatan drastis menjadi Rp207,8 miliar.
Hingga akhirnya kini kekayaan Ahmad Sahroni saat awal menjabat jadi anggota DPR periode 2024 sampai 2029, tercatat sebesar Rp328,9 miliar.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini memiliki 19 aset properti yang salah satunya berada di Bali dan sisanya di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur.
Aset properti miliknya memiliki nilai dari Rp325 juta sampai Rp23 miliar, dengan total semuanya mencapai Rp139,5 miliar.
Ternyata isi garasi dari crazy rich Tanjung Priok ini jumlahnya lebih banyak ketimbang aset propertinya.
Di garasi tersebut terdapat 27 unit kendaraan mewah dan klasik, berupa 22 unit mobil dan 5 unit motor.
Merek-merek mewah menghiasi garasinya, dari Tesla, Porshce, Ferrari, hingga Harley Davidson.
Sedangkan untuk kendaraan klasik ada motor Vespa Kongo tahun 1963 dan mobil sedan Mustang tahun 1967.
Total 27 unit kendaraan mewah dan klasik tersebut tercatat sebesar Rp38,1 miliar.
Sumber kekayaan lainnya berasal dari surat berharga Rp60 juta, kas dan setara kas Rp78,3 miliar, serta harta bergerak sebesar Rp107,7 miliar.
Dari total harta kekayaannya yang mencapai Rp328,9 miliar, Ahmad Sahroni memiliki utang sebesar Rp34,9 miliar.
Selain menjadi politisi Nasdem, Ahmad Sahroni memiliki segudang bisnis yang telah dijalaninya sebelum menjadi pejabat negara.
Bisnis tersebut bergerak di sektor rental kapal hingga penyediaan bahan bakar minyak untuk kapal.
Selain pandai berbisnis, politisi Nasdem ini pintar dalam berkomunitas, hingga terpilih jadi Ketua Klub Ferrari Indonesia.
Sumber: PojokSatu
Artikel Terkait
Balochistan Berdarah Lagi: 47 Tewas dalam Serangan Terkoordinasi
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Tokoh Oposisi
Di Balik Rerimbunan Srengseng, Babeh Icam Bertahan Setia Meski Demam Akik Sudah Redup
Kredibilitas Pasar Modal Indonesia Terancam, MSCI Siap Turunkan Status