Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari rendahnya gaji guru, terbatasnya lapangan kerja, hingga kemiskinan ekstrem dan ketimpangan sosial. Menurutnya, berbagai masalah itu merupakan amanah yang harus diselesaikan pemerintah.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7) sore, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak berniat mencari kesalahan atau membandingkan kinerja dengan pemerintahan sebelumnya. Setiap pemimpin, kata dia, memiliki tantangan pada masanya masing-masing.
“Kita tidak bermaksud untuk mencari kesalahan. Kita tidak bermaksud untuk membanding-bandingkan tiap masa ada pemerintah-nya tiap pemerintah ada masanya setiap masa ada pemimpinnya. Setiap memimpin punya masanya,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan, “Kita tidak bermaksud tapi kita sebagai anak bangsa kita sebagai unsur pimpinan dan kita semua di sini adalah unsur pimpinan.”
Presiden menekankan bahwa seluruh jajaran pemerintahan merupakan unsur pimpinan bangsa yang mendapat mandat langsung dari rakyat untuk menghadapi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan.
“Kita di sini pemimpin politik pemimpin teknokrat, pemimpin budaya, pemimpin masyarakat dan kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah. Jadi kita tidak boleh takut dengan masalah. Kita tidak boleh takut dengan kesulitan. Kita tidak boleh takut dengan kekurangan,” tegasnya.
Prabowo kemudian menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah, termasuk kesejahteraan guru dan penciptaan lapangan kerja. Ia juga mengakui adanya ketimpangan di tengah masyarakat, namun mengaku baru mengetahui besarnya tantangan setelah resmi menjalankan pemerintahan.
“Kita paham ada ketimpangan di masyarakat kita. Tapi terus terang saja saya katakan di mana-mana, Saya sendiri sebagai presiden sebagai yang diberi mandat bersama saudara Wakil Presiden kita disumpah saya sendiri tidak menduga sesungguhnya betapa, beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita,” paparnya.
Artikel Terkait
Posisi Duduk Gibran di Rapat Kabinet Berbeda, Netizen Berspekulasi
Prabowo: Sistem Perlindungan Sosial Indonesia Salah Satu Terkuat di Dunia
Prabowo Ultimatum Pemegang Konsesi: Izin Dicabut Jika Dua Tahun Tak Ada Kegiatan
Prabowo Tugaskan BRIN Perkuat Teknologi Cari Sumber Air Baru