Harga emas melemah pada perdagangan Senin (20/7/2026) di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu lonjakan harga energi dan membayangi prospek suku bunga AS. Emas spot tercatat turun 0,24 persen ke level USD4.007,58 per troy ons.
Pelemahan emas terjadi meski ketegangan geopolitik meningkat. Garda Revolusi Iran mengklaim telah menyerang aset-aset militer AS di Timur Tengah sebagai respons atas gelombang baru serangan udara AS ke sejumlah kota di Iran. Di saat bersamaan, kelompok Houthi yang didukung Iran mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi.
Kondisi itu mendorong harga minyak mentah Brent menguat setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan. Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0,4 persen, sementara indeks dolar AS menguat 0,2 persen. Penguatan dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Meskipun emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.
"Harga energi yang lebih tinggi masih menjadi perhatian karena meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah menambah kekhawatiran bahwa data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan pekan lalu mungkin belum cukup untuk mencegah The Fed menaikkan suku bunga lagi tahun ini," ujar Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.
Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, turut memperkuat pandangan sejumlah pejabat bank sentral yang menilai suku bunga mungkin masih perlu dinaikkan untuk menekan inflasi yang tetap tinggi. Hal itu membuka peluang perdebatan yang lebih tajam pada rapat The Fed berikutnya, termasuk kemungkinan munculnya perbedaan pendapat di pertemuan kedua Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember sebesar 83 persen, meningkat dari 73 persen pada pekan lalu.
"Kami memperkirakan The Fed lebih mengandalkan penyesuaian neraca dibandingkan menaikkan suku bunga hingga jauh di akhir tahun ini. Kami meyakini pasar mulai menyadari hal tersebut dalam satu atau dua bulan ke depan, yang pada akhirnya akan memberikan dukungan bagi harga emas sekaligus menekan dolar AS," kata Meger.
Sementara itu, harga perak spot naik 1,2 persen menjadi USD56,55 per ons. Harga platinum menguat 0,1 persen menjadi USD1.592,86 per ons, sedangkan paladium naik 0,9 persen ke USD1.258,83 per ons.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000 per Gram, Buyback Ikut Terkoreksi
IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan, Konflik AS-Iran Jadi Sentimen Utama
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Melonjak 16 Persen dalam Sepekan
Harga Emas Melemah Enam Pekan Berturut-turut, Konflik AS-Iran Dongkrak Inflasi