KLH Ungkap 321.000 Hektar Kawasan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tak Layak Dibangun

- Selasa, 21 Juli 2026 | 15:30 WIB
KLH Ungkap 321.000 Hektar Kawasan di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tak Layak Dibangun

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengevaluasi bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hasilnya, kementerian membeberkan data kawasan yang tidak boleh dilakukan pembangunan untuk menghindari bencana, sekaligus rekomendasi tata ruang.

Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan KLH, Sigit Reliantoro, mengungkapkan hal itu dalam acara Temu Lingkungan di kantor KLH, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). Rekomendasi tersebut, kata dia, sudah diserahkan ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

"Kemudian kita juga mengevaluasi lebih lanjut. Kita berikan rekomendasi ini ke ATR/BPN untuk mengevaluasi dan memperbaiki tata ruang. Jadi ada istilahnya yang harus di-avoid, tidak boleh dilanjutkan ada kegiatan pembangunan di kawasan tersebut. Ada yang di-minimize, itu yang enggak boleh berlebihan. Kemudian yang satu satunya lagi, di-restore, harus dipulihkan," ucap Sigit.

Sigit membeberkan data kawasan yang perlu dihindari untuk pembangunan baru. Di Aceh, setidaknya ada 88.000 hektar kawasan budidaya yang harus dihindari. Di Sumatera Utara, luasnya mencapai 172.000 hektar, dan di Sumatera Barat 61.000 hektar.

"Dan yang di-minimize, itu ada 2,02 juta hektar di Aceh, 4,55 juta hektar Sumut, 766,99 ribu hektar di Sumatera Barat. Nah itu yang memang harus dikurangi," imbuhnya.

Menurut Sigit, sebagian pesisir Aceh dan Sumatera Utara sudah mengalami tekanan sangat kuat sehingga menyebabkan kerusakan alam. "Jadi pesisirnya di Aceh dan Sumatera Utara itu juga sudah mengalami tekanan yang sangat kuat sehingga mengalami kerusakan dalam mendukung ketahanan pangan," katanya.

Meski demikian, Sigit mengungkap ketiga provinsi tersebut masih memenuhi daya tampung warga. "Jadi di ketiga provinsi itu secara daya tampung sebetulnya masih memenuhi. Di Aceh itu jatahnya adalah dia bisa menampung 14,41 juta jiwa, yang ada sekarang sekitar 5,48 juta jiwa. Di Sumatera Utara 23,65 juta jiwa itu bisa ditampung, yang sekarang 15,39 (juta). Sumatera Barat itu bisa ditampung 8,80 juta jiwa, di Sumatera Barat sekarang ada 5,70 juta (jiwa)," katanya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags