Bendung Katulampa di Bogor mengalami kekeringan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena ini dipicu oleh musim kemarau yang telah melanda sebagian besar Pulau Jawa.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa musim kemarau menyebabkan berkurangnya tangkapan hujan di daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung. "Sebagian besar Jawa telah memasuki musim kemarau, termasuk daerah tangkapan untuk DAS Ciliwung. Di wilayah tersebut kondisi curah hujan bulan Juni dan dasarian I bulan Juli mengalami curah hujan di bawah normal," ujarnya kepada kumparan, Minggu (19/7).
Meski demikian, Ardhasena menegaskan bahwa BMKG tidak dapat menyimpulkan kekeringan Bendung Katulampa semata-mata akibat musim kemarau ekstrem. Menurutnya, penjelasan mengenai tinggi muka air sungai menjadi kewenangan instansi teknis yang menangani sumber daya air. "Untuk atribusi tinggi air pada sungai, perlu dikonsultasi pada PU (Dinas Pekerjaan Umum). BMKG memonitor curah hujan yang berkontribusi pada air sungai, yang saat ini rendah karena musim kemarau," katanya.
Pantauan pada Minggu (19/7) menunjukkan aliran di Bendung Katulampa menyusut drastis. Batu-batu besar yang biasanya terendam air kini tampak jelas di dasar sungai. Sehari sebelumnya, Sabtu (18/7), Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa sempat turun hingga 0 sentimeter.
Penjaga Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, mengatakan debit Sungai Ciliwung memang mengalami penurunan signifikan akibat musim kemarau. Dalam beberapa hari terakhir, TMA berfluktuasi di kisaran 0 hingga 10 sentimeter. "Untuk TMA Bendung Katulampa sekarang sudah mulai surut. TMA Bendung Katulampa 0 sentimeter. Dalam beberapa hari memang pernah 0 cuma ada 1-2 jam, terus 10 lagi, 0 lagi, begitu. Dampaknya memang mulai terasa karena musim kemarau," kata Alwan.
Artikel Terkait
Gudang Spare Part dan Rumah Tinggal di Bogor Ludes Terbakar
Bendung Katulampa Mengering, Warga Kesulitan Air Bersih
BMKG Peringatkan Musim Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Lebih Kering
BMKG Rilis Peta Wilayah yang Sudah Masuk Musim Kemarau per Awal Juli