Calon kuat Perdana Menteri Inggris dari Partai Buruh, Andy Burnham, secara resmi meminta maaf atas respons awal partainya terhadap krisis di Gaza. Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada 9 Juli 2026, ia mengakui bahwa partai yang berkuasa saat itu telah salah langkah. Permintaan maaf ini menandai perubahan sikap yang signifikan menjelang transisi kepemimpinan dari Keir Starmer.
"Penderitaan yang tak tertahankan di Gaza adalah luka pada hati nurani kolektif kita," kata Burnham dalam pernyataan video tersebut. "Sama sekali tidak dapat diterima bahwa warga Palestina yang tidak bersalah, termasuk anak-anak, terus dibunuh, bahwa masih ada krisis kemanusiaan dengan bantuan yang terlalu sedikit masuk, dan bahwa militer Israel terus memperluas wilayah yang dikuasainya di Gaza. Kita harus berbuat lebih banyak untuk menekan pemerintah Israel."
Burnham juga kembali mengutuk serangan Hamas pada 7 Oktober, yang ia sebut sebagai "serangan teror mengerikan", serta peningkatan serangan anti-Semit di Inggris. Ia menekankan pentingnya memberantas anti-Semitisme, namun tetap kritis terhadap kebijakan Israel. "Saya tahu banyak orang merasa bahwa pada awal aksi militer Israel di Gaza, partai saya tidak bertindak dengan benar dan saya menyesalinya. Respons yang diberikan terlalu sering tidak cukup baik," ujarnya.
Meskipun telah mengambil langkah seperti mengakui negara Palestina, menjatuhkan sanksi kepada menteri Israel, dan memberlakukan pembatasan izin senjata, Burnham mengakui bahwa Inggris terlalu lambat menyerukan gencatan senjata. Ia menuding pemerintah Netanyahu berusaha membuat solusi dua negara menjadi tidak mungkin dan mendesak sanksi lebih lanjut, termasuk terhadap perdagangan dengan permukiman ilegal.
"Ada semakin banyak bukti bahwa kejahatan perang tampaknya telah dilakukan. Harus ada pertanggungjawaban," tegas Burnham, seraya menyerahkan penentuan akhir kepada pengadilan internasional.
Respons Publik dan Politik
Pernyataan Burnham menuai reaksi beragam. Kelompok pro-Palestina menyambut baik pengakuan tersebut, namun mendesak tindakan lebih berani, seperti embargo senjata total. Anggota parlemen progresif memuji langkah ini sebagai momentum yang sudah lama dinantikan. Sebaliknya, komunitas Yahudi dan kelompok konservatif mengkritik keras retorika Burnham, khawatir bahwa hal itu mengabaikan peran Hamas dan dapat memicu sentimen antisemit di dalam negeri.
Artikel Terkait
Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza, Uji Ketulusan Israel dan Sekutu
Di Tengah Perang dan Blokade, Lulusan Gaza Berjuang Melawan Pengangguran
Sopir Bantuan Kemanusiaan di Gaza Tewas Ditembak Tentara Israel, Asosiasi Truk Ancam Hentikan Operasi
Gagal Bunuh Juru Bicara Hamas, Serangan Drone Israel Tewaskan Pengawal dan Warga Sipil