Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di Teheran berlangsung dalam suasana duka yang luar biasa. Jutaan warga dari berbagai penjuru negeri terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir, bahkan jumlahnya disebut melebihi populasi ibu kota Iran itu. Kerumunan massal itu terekam dalam video yang beredar luas dan menjadi bukti betapa besarnya kecintaan rakyat terhadap pemimpin yang telah wafat.
Penulis dan jurnalis Indonesia, Asma Nadia, yang turut meliput langsung prosesi pemakaman dari lokasi, membantah keras tuduhan bahwa keramaian tersebut adalah hasil rekayasa. "Ternyata keramaian di prosesi pemakaman ini murni direkayasa," tulisnya di akun Instagram, mengutip pernyataan yang justru menjadi harapan musuh-musuh Iran. Ia menegaskan bahwa jutaan orang yang terlihat dalam video adalah asli, terutama saat menjelang salat jenazah.
Asma Nadia berada di area khusus media bersama jurnalis dari Kompas, Republika, serta jurnalis senior Andini Effendi, selain awak media dan influencer dari sekitar 60 negara. Dari posisinya, ia menyaksikan sendiri bagaimana rakyat Iran menunjukkan duka yang mendalam.
Pandangan Hidup Sang Pemimpin
Untuk memahami mengapa Ali Khamenei begitu dicintai, Asma Nadia mengutip beberapa pernyataan sang pemimpin yang mencerminkan cara pandangnya. "Musuh terbesar setiap masyarakat adalah keputusasaan," ujar Khamenei dalam salah satu pidatonya. Ia juga pernah mengatakan, "Masa depan adalah milik mereka yang tidak kehilangan harapan," dan "Jika suatu bangsa percaya pada dirinya sendiri, tidak ada kekuatan yang dapat mengalahkannya."
Dalam kesempatan lain, Khamenei menyoroti martabat perempuan dalam Islam: "Islam memandang perempuan sebagai manusia yang memiliki martabat, kehormatan, dan identitas yang mandiri." Ia juga menegaskan komitmennya terhadap perjuangan Palestina: "Palestina bukan hanya persoalan sebuah negeri; Palestina adalah persoalan umat Islam."
Pemakaman Ali Khamenei menjadi momen yang menyatukan rakyat Iran dan menunjukkan betapa besarnya pengaruh pemimpin yang telah memimpin selama puluhan tahun itu. Duka yang terlihat bukan sekadar formalitas, melainkan ekspresi kehilangan yang tulus dari jutaan hati.
Artikel Terkait
Dino Patti Djalal Kritik RI Tak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Kemlu Buka Suara
Khamenei Tekankan Pentingnya Membaca Buku demi Kemajuan Individu dan Bangsa
Menlu Sugiono dan Ketua MPR Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei di Iran
Menlu Sugiono Akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Dubes RI Dulu yang Mewakili