Museum pembuat kaca mewah Lalique di Prancis menjadi sasaran perampokan. Sekelompok perampok bersenjata dan bertopeng berhasil menggondol perhiasan senilai jutaan euro dari museum yang terletak di Wingen-sur-Moder, timur laut Prancis.
Aksi tersebut terjadi pada pukul 5:30 pagi waktu setempat. Para pelaku membobol masuk museum dan mengambil sekitar dua puluh buah perhiasan. Seorang sumber mengatakan kepada AFP bahwa kerugian diperkirakan mencapai empat juta euro, atau setara dengan lebih dari Rp82 miliar.
"Sekitar dua puluh buah perhiasan dicuri. Kerugian saat ini sedang dinilai tetapi bisa berjumlah beberapa juta euro, kemungkinan mendekati empat juta (euro)," ujar sumber tersebut.
Alarm museum berbunyi saat perampokan terjadi. Namun, ketika petugas keamanan tiba untuk melakukan pemeriksaan, mereka belum menemukan tanda-tanda pembobolan. Barulah seorang wanita pembersih yang tiba lebih awal di lokasi menyadari adanya pencurian dan segera memanggil polisi.
"Sebuah alarm berbunyi, tetapi pada saat perusahaan keamanan telah menyelesaikan pemeriksaan-pemeriksaannya, seorang wanita pembersih yang tiba pertama di tempat kejadian dan memanggil polisi," jelas sumber tersebut.
Polisi kini tengah memeriksa rekaman CCTV museum untuk mengidentifikasi para pelaku. Museum Lalique, yang menyimpan setidaknya 650 karya seni kaca dan perhiasan mewah, mengumumkan akan tutup sementara selama beberapa hari akibat insiden ini.
Artikel Terkait
Perampokan di Museum Lalique Prancis, Perhiasan Rp 82 Miliar Raib
Prancis Kalahkan Paraguay 1-0, Micah Richards Kecam Provokasi Pemain Lawan
Ironi Gelombang Panas Eropa: Mencari Kesejukan di Air, Berujung Maut
Kylian Mbappe Lebih Produktif dari Brasil dan Inggris di Fase Gugur Piala Dunia