Inggris Hadapi Ujian Berat di Azteca: Tuchel Khawatirkan Ketinggian dan Dukungan Publik Meksiko

- Senin, 06 Juli 2026 | 05:45 WIB
Inggris Hadapi Ujian Berat di Azteca: Tuchel Khawatirkan Ketinggian dan Dukungan Publik Meksiko

Tim nasional Inggris bersiap menghadapi tantangan berat melawan Meksiko di Stadion Azteca dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Minggu mendatang. Pertandingan ini menjadi ujian fisik dan mental bagi skuad Tiga Singa setelah mereka lolos dari babak sebelumnya lewat kemenangan dramatis di Atlanta.

Manajer Inggris, Thomas Tuchel, langsung mengalihkan fokusnya ke pertandingan di Mexico City tersebut tidak lama setelah mendampingi timnya menang 2-1 atas Republik Demokratik Kongo berkat dua gol larut Harry Kane. Tuchel mengakui bahwa bermain di arena legendaris tersebut akan menghadirkan banyak hambatan bagi anak asuhnya.

"I'm just coming from this match, and still trying to enjoy it," ujar Tuchel.

"But now you play against Mexico in the Azteca. It is maybe one of the most beautiful fixtures, most exciting fixtures that you can have, even if there will be a lot, a lot, a lot of obstacles waiting for us," katanya.

Meksiko sendiri memiliki rekor historis yang sangat kuat saat berlaga di Stadion Azteca, tempat mereka berhasil mencapai perempat final pada Piala Dunia 1970 dan 1986 sewaktu menjadi tuan rumah tunggal. Skuad asuhan Javier Aguirre tersebut belum kebobolan satu gol pun di Mexico City selama turnamen berlangsung tahun ini.

Pelatih Meksiko menegaskan bahwa kehadiran para pendukung di stadion berkapasitas lebih dari 87.000 kursi tersebut memberikan dampak yang sangat besar bagi motivasi bertanding timnya.

"12th man," kata Javier Aguirre.

"I don't mean to say that we don't have support elsewhere. But here we are aware that we have a whole country behind us, and that motivates us a lot. I would say that we are all excited about what's to come," ujar Aguirre.

Di sisi lain, kubu Inggris mengkhawatirkan kondisi geografis Stadion Azteca yang terletak di ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut. Waktu istirahat yang hanya tiga hari dinilai tidak cukup bagi para pemain Inggris untuk melakukan aklimatisasi terhadap kadar oksigen yang tipis.

"The altitude will be, of course, a big disadvantage, because we cannot physically adapt to it in four days. It just takes too much time. We have only three days in between this match. That is just a huge advantage that Mexico will have," ujar Tuchel.

Efek dari minimnya waktu adaptasi ini sebelumnya sudah dirasakan oleh Republik Ceko yang tersingkir setelah kalah 0-3 dari Meksiko di lokasi yang sama.

"Hardly ideal," kata Miroslav Koubek, Pelatih Timnas Republik Ceko.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags