Kritik Dino Patti Djalal: Absennya RI di Pemakaman Ayatollah Khamenei Tandai Lunturnya Politik Bebas Aktif?

- Senin, 06 Juli 2026 | 05:40 WIB
Kritik Dino Patti Djalal: Absennya RI di Pemakaman Ayatollah Khamenei Tandai Lunturnya Politik Bebas Aktif?

Mantan diplomat senior Dino Patti Djalal mengkritik keras ketidakhadiran delegasi resmi Indonesia dalam pemakaman Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan militer ilegal. Melalui akun Instagramnya, ia menyayangkan sikap Pemerintah Indonesia yang dinilai tidak memenuhi undangan Iran, sementara negara-negara lain seperti Arab Saudi, Turki, Pakistan, dan Malaysia justru mengirim perwakilan tingkat menteri hingga presiden.

Menurut Dino, undangan Iran telah disampaikan secara gigih namun tidak mendapat tanggapan dari Jakarta. Akhirnya, hanya Duta Besar RI di Teheran yang hadir, yang oleh Iran dianggap sebagai bentuk penyepelean. "Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yang absen mengirim delegasi," tulisnya dalam unggahan yang ramai diperbincangkan.

Pertanyaan soal Politik Luar Negeri

Dino mempertanyakan apakah absennya Indonesia menandakan politik luar negeri "bebas aktif" mulai luntur karena takut atau sungkan terhadap Amerika Serikat. Ia juga menyoroti kemungkinan manajemen sistem politik luar negeri yang bermasalah, di mana undangan macet di meja birokrasi dan tidak ada yang berani mengambil keputusan. "Paling tidak Indonesia bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta, tapi beliau justru sibuk keliling Asia Tengah untuk kunjungan rutin," ujarnya.

Dino menegaskan bahwa Iran adalah sahabat lama Indonesia yang tidak pernah terlibat konflik. Kehadiran delegasi resmi seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif dan sinyal tegas bahwa Jakarta mengutuk aksi pembunuhan ilegal terhadap Ayatollah Khamenei. "Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dalam situasi sensitif, kita bersembunyi," pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags