Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Pemadaman Libatkan Helikopter Water Bombing

- Kamis, 02 Juli 2026 | 04:42 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Meluas, Pemadaman Libatkan Helikopter Water Bombing

Kebakaran hebat melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, sejak Selasa (30/6) siang. Hingga Rabu (1/7) malam, api masih belum berhasil dipadamkan. Area yang terbakar awalnya sekitar 2 hektare, namun meluas hingga 5 hektare. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status kedaruratan.

Pada awal penanganan, BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan sembilan unit mobil pemadam kebakaran. Namun, petugas menemui sejumlah kendala di lapangan. "Kami ada beberapa kesulitan, mulai dari titik api yang berada di atas (tumpukan sampah). Lalu, pasokan air yang tidak cukup," kata Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Ruslan, Selasa (30/6).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menduga kebakaran dipicu cuaca panas. "Kondisi di sini kering, tidak hujan, ditambah suhu di sini panas, sehingga memicu terjadinya kebakaran di tumpukan sampah, belum lagi anginnya cukup kencang, jadi api cepat menjalar," ujarnya.

Pemadaman Pakai Helikopter

Pada hari kedua, Rabu (1/7), bantuan pemadaman datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dua helikopter water bombing jenis MI-8AMT dikerahkan dari Jambi untuk menjinakkan api. Helikopter ini mampu mengangkut air hingga 4.000 liter per kali terjun. "Upayakan segera dipadamkan," kata Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto dalam keterangannya, Rabu (1/7).

Sebelum tiba di TPA Jatiwaringin, helikopter dengan registrasi RA-22834 tersebut melakukan persiapan di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. "Saat ini sedang upaya pemadaman jalur udara di titik yang tidak bisa dijangkau oleh armada dari BPBD Kabupaten Tangerang. Kami harap tentunya api cepat bisa dipadamkan," kata Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, Rabu (1/7).

Pemadaman di area yang bisa dijangkau armada BPBD terus dilakukan untuk mengantisipasi api merambat lebih luas. "Armada damkar tetap melakukan pemadaman, jadi kami lakukan dua upaya sehingga api bisa dikendalikan," ujar Maesyal.

Warga Terdampak Asap

Puluhan kepala keluarga di Desa Mekar Bakti, Kecamatan Rajeg, terdampak asap kebakaran. Mereka telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Bupati Tangerang memastikan warga yang mengungsi ditangani dengan baik. "Saya menerima data ada 30 kepala keluarga yang terdampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin, tepatnya di Kecamatan Rajeg. Dari kondisi ini, pemerintah telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan warga dapat terevakuasi dan tertangani, terlayani dengan maksimal," katanya, Rabu (1/7).

Lokasi pengungsian berada di Kantor Desa Mekar Bakti. Pemerintah menyiagakan dua dokter dan tenaga kesehatan untuk memantau kondisi warga. "Untuk tenaga kesehatannya standby, mereka berjaga di lokasi pengungsian sementara, khawatir ada warga yang memang perlu bantuan. Di sini juga kita siagakan dokter, memastikan kesehatan warga. Alhamdulillah, sejauh ini warga yang terdampak dalam kondisi sehat," ujar Maesyal.

Tak Ganggu Penerbangan

PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta memastikan kebakaran tidak mengganggu aktivitas penerbangan. Asst. Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan sejak kebakaran terjadi, operasional bandara tetap normal. "Hingga saat ini kondisi operasional di Bandara Soekarno-Hatta masih berjalan normal. Aktivitas take off maupun landing pesawat berlangsung seperti biasa," kata Yudi, Rabu (1/7).

Lokasi kebakaran berjarak sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu bandara. Meski asap pekat menyelimuti area TPA, kondisi tersebut belum berdampak pada jalur penerbangan. "Alhamdulillah, hingga saat ini belum terdampak," ujarnya.

Tak Pengaruhi Proyek PSEL

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup memastikan kebakaran tidak mempengaruhi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ujat Sudrajat mengatakan titik kebakaran tidak berada di dekat lahan yang disiapkan untuk proyek tersebut. "Seharusnya sih enggak (berpengaruh) ya. Kita upayakan tumpukan sampah ini dijauhkan dari rencana lahan yang untuk PSEL," katanya, Selasa (30/6).

Pihaknya juga memastikan kebakaran tidak mengganggu pengangkutan sampah. Proses pembuangan ke TPA masih berjalan normal. "Proses angkut dan pembuangan sampah enggak terhambat. Karena pembuangan kan di sebelah kiri sana, masih tetep jalan, dan itu tidak terdampak, dan jauh dari titik api. Jadi pelayanan tetap kita lanjutkan, kita laksanakan," ujarnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags