Rumah Dibobol Maling Saat Rawat Anak di RS, Janda di Medan Kehilangan Mesin Jahit dan Ponsel

- Rabu, 01 Juli 2026 | 21:06 WIB
Rumah Dibobol Maling Saat Rawat Anak di RS, Janda di Medan Kehilangan Mesin Jahit dan Ponsel

Seorang ibu rumah tangga di Medan menjadi korban pencurian saat sedang merawat anaknya di rumah sakit. Dewi (64) mendapati rumahnya di Gang Aman, Jalan Bromo, Kecamatan Medan Denai, telah diobrak-abrik maling ketika ia kembali setelah dua minggu menjalani perawatan anaknya di Rumah Sakit dr. Pirngadi Medan pada 15 Juni 2026 lalu.

Kehilangan itu semakin berat karena suami Dewi baru saja meninggal dunia pada 1 Juni 2026 akibat pecah pembuluh darah setelah menderita stroke. Dua hari kemudian, anaknya harus dirawat di rumah sakit karena gizi buruk. "Jadi aku pas pulang, kenapa ini kok berserak-serak gini. Terkejut lah aku, aku tengok mesin air enggak ada. Dua mesin jahit, penanak nasi, piring 2,5 lusin, menangis lah aku," kata Dewi saat ditemui di rumahnya, Rabu (1/7).

Tak hanya sekali, pada 27 Juni 2026 malam, rumah Dewi kembali dibobol. Tiga unit ponsel milik anaknya yang merupakan peninggalan suami ikut raib. "Kami tidur, handphone-nya di bantal, handphone kenang-kenangan dari ayahnya," ujar Dewi. Ia mencurigai dua pria setempat sebagai pelaku, namun belum memiliki bukti cukup.

Kondisi rumah yang baru disewa sebulan itu memang kurang aman. Bagian lantai dua terbuka dan satu kamar tidak memiliki kunci. "Jadi rumah ini di atasnya itu blong. Jadi pintu di kamarnya memang enggak ada kunci. Aku nyewa di sini, baru sebulan di sini aku nyewa," imbuh Dewi.

Ratapi Nasib, Minta Bantuan Presiden

Dewi mengaku penglihatannya terganggu akibat pernah menabrak dinding rumah orang. Ia kini tidak bekerja dan hanya makan ubi serta jagung untuk bertahan hidup bersama anak-anaknya. "Setelah ayahnya masuk rumah sakit sampai sekarang nganggur, enggak ada kerja. Sampai aku makan ubi, makan jagung. Gimana lagi kehidupan aku," ucap Dewi. Sebelum suaminya meninggal, ia berjualan pakaian dalam dan menjahit pakaian orang lain. Namun mesin jahitnya kini hilang dicuri.

Dewi telah melaporkan kehilangan ke kepala lingkungan dan polsek setempat, namun laporan belum diterima karena bukti dianggap belum kuat. "Belum ada lengkap, belum ada laporannya," ujar Dewi. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat membantunya. "Kalau dengar sama Pak Prabowo, tolong lah aku. Aku janda, ditinggal laki, anak tiga, rumah nyewa," ujar Dewi.

Dapat Bantuan dari Polrestabes Medan

Polrestabes Medan memberikan bantuan berupa penanak nasi, ponsel baru, dan uang Rp500.000. "Polisi tadi ngasih penanak nasi sama handphone dan uang Rp 500.000," ucap Dewi.

Polisi Selidiki Kasus

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan pihaknya telah memberikan bantuan pemulihan psikis dan kesehatan, serta mengganti barang-barang yang hilang. "Kita lakukan pemulihan psikis karena saya tahu itu begitu terguncang. Kami melakukan pendekatan trauma healing terhadap ibu sendiri dan anaknya tentunya. Mengundang ke Polrestabes Medan, pendekatannya kami juga Dokkes untuk melihat kesehatannya terlebih dahulu," kata Calvijn. "Kami memastikan bahwa barang-barang yang hilang kami beli dan kami berikan kembali, supaya paling tidak hatinya senang," sambungnya.

Meski korban belum membuat laporan polisi, Calvijn menegaskan pihaknya akan menyelidiki tindak pidana pencurian tersebut. "Terkait tindak pidananya, ini harus ditindak dan harus dilakukan pengungkapan kasus dan ini termasuk pencurian dengan pemberatan dan sudah berani masuk ke dalam rumah warga. Tidak dilihat dari jumlah nominal barang yang dicuri, tapi tindakan pidana yang dilakukan," ujar Calvijn. "LP enggak ada. Sampai saat ini, LP belum dibuat sama ibu yang kehilangan. Tapi kita coba deteksi terlebih dahulu apakah termasuk jaringan-jaringan yang selama ini kambuhan seperti itu," pungkasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags