Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Ganggu Penerbangan Bandara Soekarno-Hatta

- Rabu, 01 Juli 2026 | 15:54 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Ganggu Penerbangan Bandara Soekarno-Hatta

Kebakaran hebat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, dipastikan tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Manajemen bandara menyatakan operasional tetap normal sejak api mulai berkobar pada Selasa (30/6).

Asisten Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan bahwa seluruh jadwal take off dan landing pesawat berlangsung seperti biasa. "Hingga saat ini kondisi operasional di Bandara Soekarno-Hatta masih berjalan normal. Aktivitas take off maupun landing pesawat berlangsung seperti biasa," ujarnya, Rabu (1/7).

Lokasi kebakaran berada sekitar 12 kilometer dari ujung barat landasan pacu bandara. Meski asap pekat masih menyelimuti area TPA, Yudistiawan menegaskan bahwa kondisi tersebut belum berdampak pada jalur penerbangan. "Alhamdulillah, hingga saat ini belum terdampak," katanya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama berbagai unsur terkait terus mengoptimalkan upaya pemadaman. Langkah ini dilakukan agar api segera terkendali, tidak meluas, serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan sektor strategis lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk bantuan penanganan melalui jalur udara.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengungkapkan bahwa dua helikopter water bombing telah tiba di Pondok Cabe. "Sudah mendarat di Pondok Cabe, sekarang sedang persiapan. Informasi terakhir proses pemasangan bucket untuk mengambil airnya. Saya sudah melihat di lokasi memang tidak memungkinkan pemadaman dengan armada di jalur darat, karena posisi api cukup tinggi dan kontur sampah ini labil, jadi dilakukan penanganan cepat melalui jalur udara. Nanti sumber air untuk pemadaman diambil dari danau yang tidak jauh dari sini," ungkapnya.

Hingga saat ini, proses pemadaman masih berlangsung.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags