Di garis depan perang Ukraina yang membentang sepanjang 1.200 kilometer, para peneliti menemukan fenomena tak biasa: sarang burung yang terbuat dari campuran rumput dan kabel serat optik. Kabel ultra-tipis itu digunakan oleh pasukan Ukraina dan Rusia untuk memandu drone serang agar kebal terhadap gangguan elektronik, dan kini berserakan di pepohonan, ladang, hingga atap-atap kota.
Yana Hrynko, peneliti senior Museum Nasional Sejarah Ukraina, mengatakan bahwa burung-burung mulai memanfaatkan kabel bekas tersebut untuk membangun sarang. "Benda-benda seperti sarang burung dengan serpihan serat optik menunjukkan perubahan sifat perang," ujarnya.
Hrynko mengaku pihaknya belum mengetahui spesies burung yang membuat sarang tersebut atau bagaimana mereka mengumpulkan kabel yang panjangnya bisa mencapai 20 kilometer itu. "Sarang pertama sebagian besar berisi rumput kering dan kabel serat optik. Dan kabel itu terpintal cukup rapat," katanya.
Salah satu dari dua sarang yang ditemukan akan tetap disimpan di Kiev sebagai bagian dari koleksi Museum Perang, sementara satunya lagi akan dikirim ke Belanda untuk diteliti sebelum dikembalikan.
Auke-Florian Hiemstra, ahli biologi dari Leiden, Belanda, yang berspesialisasi dalam bahan sarang buatan, mengatakan Ukraina memiliki keanekaragaman hayati burung yang kaya. "Kami akan mencari jejak DNA yang masih ada di sarang untuk menentukan siapa sebenarnya yang membuat sarang itu," katanya. Ia menambahkan, "Saya belum pernah melihat sarang seperti ini sebelumnya dan saya telah melihat banyak sekali sarang burung."
Hiemstra menjelaskan, dampak serat optik pada burung bisa beragam. Di satu sisi, kabel dapat menyebabkan bahaya karena burung bisa terjerat. Namun di sisi lain, bahan tersebut juga bisa menguntungkan karena membantu burung membuat sarang yang kuat.
Artikel Terkait
Lippo Sumbang 30 Hektar untuk Rumah Subsidi, Proyek Meikarta Tak Terganggu
Empat Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat Jadi Komjen, Total 87 Pati Promosi
Survei Litbang Kompas: Kepercayaan Publik ke Polri Naik Jadi 82,4 Persen
Harga Pokok Turun Saat MBG Dihentikan, Buruh: Program Itu Tidak Bermanfaat