Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, kembali memicu perbincangan di media sosial dengan unggahan yang menyinggung masa kekuasaan Presiden Prabowo Subianto. Dalam cuitannya pada 29 Juni 2026, ia menulis bahwa tanda-tanda pernyataan pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mulai terlihat.
"Tanda-tanda ucapan Dr. Conny bahwa Pak @prabowo hanya diberikan waktu berkuasa oleh Geng SOP hanya 2 tahun makin terlihat," tulis Said Didu.
Pernyataan itu merujuk pada klaim Connie yang sempat viral menjelang Pilpres 2024. Saat itu, ia menyebut adanya informasi bahwa Prabowo hanya akan menjabat sekitar dua tahun sebelum posisinya digantikan Gibran Rakabuming Raka. Klaim tersebut langsung dibantah Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani, yang menegaskan tidak pernah ada skenario seperti itu.
Unggahan Said Didu pun menuai beragam reaksi warganet. Salah satu akun dengan nama Masta berkomentar dengan menyebut tujuh menteri era Jokowi yang kini berada di kabinet Prabowo, seperti Pratikno, Tito Karnavian, Luhut Binsar Panjaitan, Lisyo Sigit, Agus Subiyanto, Erick Thohir, dan Bahlil Lahadalia.
"Perhatikan baik-baik, Selama 1,5 tahun ini mereka 'sembunyi' jarang tampil. Jangan kaget jika sebentar lagi tiba-tiba mereka bermanuver. Gibran? Gimana? Sejak awal G hanya sbg Jaminan DownPayment," tulis akun tersebut.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis, tidak ada bukti yang dapat memverifikasi klaim tentang keberadaan kelompok yang disebut "Geng SOP", dugaan pembatasan masa kekuasaan presiden, maupun asumsi manuver politik sejumlah anggota kabinet. Semua pernyataan itu masih berupa opini pribadi yang disampaikan di media sosial.
Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjalankan pemerintahan berdasarkan hasil Pemilu 2024 dan konstitusi yang mengatur masa jabatan presiden lima tahun. Pemerintah juga belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi dinamika sebagaimana diklaim dalam unggahan tersebut.
Sejumlah menteri yang disebut dalam komentar warganet masih tercatat menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing. Belum ada pernyataan resmi dari pihak-pihak yang disebut mengenai tudingan atau spekulasi yang berkembang. Dengan demikian, klaim dalam unggahan tersebut masih berada pada ranah opini politik yang belum dapat dibuktikan kebenarannya.
Artikel Terkait
Sudirman Said: Intervensi Kekuasaan Kini Lebih Buruk dari Orde Baru
Misa Requiem di Depok Dilarang RT, Berujung Mediasi dan Permintaan Maaf
Turki dan Saudi Kecam Serangan Israel ke Suriah, Presiden Al-Sharaa Beri Peringatan Keras
Sheno Wirang: Tanpa Oposisi, Rezim Berpotensi Korupsi Tanpa Jeda