Prabowo Dorong Kampus Aktif Kembangkan Sains, Janji Tindak Lanjuti Usulan Akademisi

- Senin, 29 Juni 2026 | 07:12 WIB
Prabowo Dorong Kampus Aktif Kembangkan Sains, Janji Tindak Lanjuti Usulan Akademisi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kebebasan akademik di perguruan tinggi dan berjanji menindaklanjuti berbagai usulan dari kalangan akademisi. Hal itu disampaikannya saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center, Senayan, Minggu (28/6).

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut universitas sebagai tempat untuk mengadu gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi. "Universitas adalah tempat di mana gagasan-gagasan diadu. Adu gagasan, adu pandangan, adu filosofi, adu inovasi," ujarnya.

Menurut Prabowo, kampus harus tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil riset yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Apalagi kampus menjadi tempat pemikiran, atau tempat, katakanlah pertentangan. Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai kampus-kampus itu, yang membiayai semua lembaga pendidikan," ungkapnya.

Usulan Akademisi Akan Ditindaklanjuti

Prabowo mengaku menerima banyak usulan dari akademisi dan profesor selama kegiatan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026. "Jadi terima kasih, Saudara-Saudara, dengan tekun mengikuti Sarasehan ini. Dan saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan, cukup banyak. Saya janji satu-satu akan saya perhatikan," ujarnya.

Setelah membaca sekilas daftar tersebut, Prabowo menilai banyak usulan bersifat konstruktif dan realistis. "Saya sangat terima kasih. Sepintas saya baca tadi, saya dengar banyak usul yang sangat baik, sangat masuk akal, dan akan segera kita tindak lanjuti," ucapnya.

Rencana Pertemuan Rutin dengan Rektor

Presiden juga menyatakan keinginannya untuk lebih sering bertemu dengan para rektor perguruan tinggi, idealnya setiap bulan. "Karena itu, menurut saya, dan saya kalau 4 kali ketemu para rektor itu bagi saya belum apa-apa. Kalau perlu tiap bulan kita ketemu, benar. Saya butuh jumpa dengan orang-orang pintar," ungkap Prabowo.

Menurutnya, masukan dari rektor dan profesor sangat dibutuhkan karena tantangan yang dihadapi Indonesia semakin kompleks. Sebagai kepala negara, ia merasa perlu terus berdiskusi dengan kalangan akademisi. "Saya sebagai pemegang mandat, sebagai kendali atas negara Indonesia pada saat sekarang, saya diberi mandat sebagai nakhoda, katakanlah. Saya berusaha untuk selalu menyampaikan keadaan umum yang kita hadapi sebagai suatu bangsa, bahwa bumi kita, planet kita sudah semakin menjadi kecil karena sains dan teknologi," ujar Prabowo.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags