Prabowo Perintahkan Pembentukan Satgas Guru Besar dan Peneliti untuk Percepat Program Nasional

- Minggu, 28 Juni 2026 | 16:18 WIB
Prabowo Perintahkan Pembentukan Satgas Guru Besar dan Peneliti untuk Percepat Program Nasional

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembentukan satuan tugas atau kelompok kerja yang beranggotakan guru besar, dosen, peneliti perguruan tinggi, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Langkah ini menjadi tindak lanjut dari berbagai masukan yang disampaikan dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan, selama kegiatan berlangsung, para rektor dan peneliti menyampaikan berbagai usulan hingga rekomendasi. Seluruh masukan itu telah diterima langsung oleh Presiden Prabowo.

“Bapak Presiden juga tadi sudah menerima langsung. Bapak Presiden meminta kami untuk menindaklanjuti dan juga beberapa hal terkait masukan-masukan yang teknis. Yang nanti terkait dengan Kementerian Teknis, Bapak Presiden meminta kami membentuk semacam satgas atau kelompok kerja yang nantinya intinya adalah berisi insan-insan guru besar-guru besar, dosen, peneliti dari perguruan tinggi maupun BRIN untuk bisa mengkaji lebih lanjut bersama Kementerian teknis terkait,” ujar Brian di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6).

Satgas tersebut diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dengan pemerintah. Dengan demikian, berbagai hasil penelitian dan gagasan dari kampus dapat diterapkan untuk mendukung program prioritas nasional. Menurut Brian, Presiden Prabowo berharap kontribusi para akademisi mampu mempercepat pencapaian target-target strategis yang tengah dijalankan oleh kementerian dan lembaga.

“Sehingga tadi Bapak Presiden berharap sumbangsih dari insan perguruan tinggi itu dapat mempercepat target-target kebijakan strategis Bapak Presiden yang ada di setiap kementerian-kementerian,” tutur Brian.

Presiden juga menegaskan pentingnya menyatukan seluruh potensi bangsa untuk menghasilkan berbagai gagasan dan inovasi bagi kemajuan Indonesia. “Bapak Presiden menyampaikan bahwa potensi seluruh bangsa perlu bersatu untuk mengokohkan inisiatif, mengeluarkan gagasan-gagasan, dan tentunya effort terbaik untuk kemajuan bangsa,” ungkap Brian.

Di sisi lain, Prabowo menegaskan perguruan tinggi tetap menjadi ruang bagi kebebasan akademik. Perbedaan pandangan dinilai sebagai hal yang wajar selama bertujuan mencari solusi terbaik bagi bangsa. “Bapak Presiden menyampaikan bahwa perguruan tinggi adalah tempat academic freedom, ya. Gagasan-gagasan silakan dikaji bersama-sama, didiskusikan bersama-sama di perguruan tinggi. Harapannya adalah kajian-kajian tersebut tentunya dalam rangka untuk mencari solusi dan mempercepat kemajuan dan kemandirian bangsa Indonesia,” ucap Brian.

Pemerintah berkomitmen memanfaatkan potensi para ilmuwan dan guru besar di Indonesia dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan. “Tadi Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah dalam hal ini di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo punya keinginan yang kuat untuk memanfaatkan sebanyak-banyaknya orang-orang pintar di Indonesia, terutama guru besar-guru besar yang ada di perguruan tinggi,” ujar Brian.

Karena itu, Presiden mendukung pembentukan satgas atau kelompok kerja sebagai tindak lanjut hasil sarasehan agar hasil penelitian dari kampus dapat dimanfaatkan secara langsung oleh pemerintah maupun dunia industri. “Nah, sehingga Bapak Presiden mendukung munculnya kelompok-kelompok kerja. Sudah kami sampaikan sebagai tindak lanjut sarasehan agar berbagai hasil penelitian kemudian dapat digunakan di industri, di kementerian, maupun untuk mempercepat hal-hal yang ditargetkan oleh Bapak Presiden,” katanya.

Brian mengatakan, Prabowo juga meminta perguruan tinggi mengambil peran sebagai pemimpin di bidang sains dan teknologi dengan berani mengidentifikasi persoalan bangsa sekaligus menawarkan jalan keluarnya. “Bapak Presiden tadi sempat menyampaikan bahwa perguruan tinggi tentu merupakan pemimpin dan elite di sektor sains dan teknologi. Sehingga diminta kita semua bisa mengidentifikasi masalah-masalah dan kita diminta berani untuk menghadapi masalah untuk menyelesaikan masalah yang ada,” tutur Brian.

Brian berharap kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan guru besar dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan nasional. “Semoga ini merupakan suatu kondisi di mana pemerintah bersama seluruh scientist, peneliti, dan juga guru besar akademisi ya itu memiliki hubungan yang sangat erat. Tentunya kita berharap solusi-solusi terhadap berbagai permasalahan bangsa itu bisa semakin cepat diselesaikan,” pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags