PPIH Imbau Jemaah Haji dan Umrah Tertib saat Ziarah ke Makam Baqi

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:24 WIB
PPIH Imbau Jemaah Haji dan Umrah Tertib saat Ziarah ke Makam Baqi

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bimbad Agus Susanto mengimbau jemaah haji dan umrah asal Indonesia untuk menjaga ketertiban saat berziarah ke Makam Jannatul Baqi di Madinah. Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari adab dan tata tertib berziarah.

Agus menjelaskan sejumlah hal yang harus diperhatikan saat berziarah. Makam tersebut merupakan salah satu pemakaman tertua yang menjadi tempat peristirahatan para sahabat utama Rasulullah SAW serta anggota keluarganya. "Khususnya para sahabat-sahabat utama berada di Baqi ini, termasuk Sayyidina Utsman dan Sayyidina Ali. Istri Rasulullah SAW seperti Sayyidah Hafshah juga berada di Jannatul Baqi," ujar Agus, Sabtu (27/6).

"Begitu juga Sayyidina Hasan bin Ali atau Husein bin Ali juga berada di sini bersama Ibunda Fatimah Az-Zahra," tambahnya.

Menurut Agus, ada empat adab utama yang harus dipatuhi agar jemaah tidak melanggar ketentuan otoritas keamanan Arab Saudi. Pertama, meluruskan niat. "Meniatkan betul-betul ziarah bukan untuk kesyirikan. Kita mengambil ibrah atau kebaikan bahwasanya mengingat mati adalah sesuatu yang disunnahkan atau dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam," paparnya.

Kedua, menjaga sikap dan suara. Agus menjelaskan, jemaah dilarang berteriak, mengangkat suara, berdesak-desakan, serta mengambil foto atau video. "Jangan sampai kita sibuk untuk memfoto ataupun memvideo karena termasuk yang dilarang para pemegang keamanan atau kedisiplinan yang ada di Baqi," jelasnya. Larangan berfoto grup di dalam area juga perlu diperhatikan karena akan menjadi perhatian askar dan membahayakan jemaah.

Ketiga, tidak berhenti lama dan membentangkan tulisan. Ketika berziarah, Agus mengimbau agar jemaah tidak perlu berhenti dan berdoa seperti saat berziarah di Indonesia. "Karena termasuk yang tidak diperbolehkan oleh askar-askar yang ada di Kota Suci Madinah Al-Munawwarah ini," ungkapnya.

Keempat, tertib masuk dan keluar area. Agus juga mengimbau agar jemaah masuk dengan khusyuk, berjalan perlahan sambil membaca shalawat dan doa. "Saat masuk, utamakan kita khusyuk, berjalan pelan-pelan sambil terus membaca selawat kepada Rasulullah, kemudian membacakan Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu seperti itu. Sambil terus berjalan, mengitari pemakaman Baqi kemudian keluar dengan tertib," tuturnya.

PPIH Bimbad juga menjelaskan perbedaan sistem pemakaman di Arab Saudi dengan di Indonesia. Menurut Agus, makam di Makkah, Madinah, dan wilayah Saudi lainnya tidak menggunakan lahat. "Satu liang di kota Madinah ataupun di kota Makkah, dan di Saudi pada umumnya, makam berbeda dengan di Indonesia. Yang satu makam satu lahat atau satu liang, satu lahat. Di sini dia tidak menggunakan lahat, tapi hanya lubang. Jadi untuk makam umum, satu lubang itu bisa terdiri 10 sampai 15 jenazah," sambungnya.

Ia merinci prosesnya, setelah jenazah pertama masuk, maka akan ditutup dengan jerami. Apabila ada jenazah lagi yang akan dimakamkan, maka ditaruh di atasnya, kemudian ditutup kembali dengan jerami. Jika belum ada makam baru, lubang ditutup sementara. "Ditutup lagi sampai liang atau lubang itu penuh, barulah ditutup secara permanen dan diberikan batu saja. Tidak ada nisan, tidak ada tulisan," paparnya.

Untuk keluarga jemaah yang dimakamkan di Baqi, petugas akan memberikan secarik kertas berisi alamat makam. Oleh karena itu, kertas tersebut perlu dijaga. Dalam kertas juga tercantum lokasi seperti Saraya, Ma’la, Baqi, serta keterangan lorong dan nomor. "Maka di situlah menjadi alamat kita ketika nanti ziarah di kemudian harinya, agar tidak kehilangan jejak di mana dimakamkan orang-orang yang kita cintai tersebut," jelasnya.

Agus menerangkan keutamaan Makam Baqi terletak pada kedekatannya dengan Masjid Nabawi. "Rasul pun di masa hidup beliau, beliau masih sering untuk mengunjungi atau menziarahi Baqi. Apalagi ketika sahabat Rasulullah SAW saat itu dirasa betul-betul sudah kuat imannya, jauh dari kesyirikan," terangnya. Ia berharap jemaah Indonesia dapat menjaga ketertiban dan nama baik bangsa dengan mengikuti seluruh aturan yang berlaku di Tanah Suci.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags