Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:00 WIB
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengapresiasi transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian warga binaan. Apresiasi itu disampaikan saat kunjungan kerja bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto pada Sabtu (20/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Titiek meninjau sejumlah unit kegiatan, mulai dari Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat. Ia menilai perubahan yang terjadi menunjukkan bahwa kawasan pemasyarakatan tidak hanya bisa berfungsi sebagai tempat pembinaan tertutup, tetapi juga mampu dikembangkan menjadi ruang produktif yang menghasilkan komoditas bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Atas nama Komisi IV, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Menteri dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah-mudahan usaha ini bisa ditiru dan diduplikasi di tempat-tempat lain,” ujar Titiek.

Menurut dia, citra Nusakambangan yang selama ini dikenal menyeramkan justru berubah setelah melihat langsung pengembangan program di lapangan. “Nusakambangan yang kita dengar selalu seram, bayangannya Alcatraz. Ternyata setelah ke sini, sangat ramah dan bisa menghasilkan begitu banyak produk bermanfaat untuk kita semuanya,” kata Titiek.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan berbagai masukan dari Komisi IV DPR RI akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program yang sudah berjalan. Ia menegaskan jajaran pemasyarakatan terus mengoptimalkan lahan idle di lapas dan rutan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Tadi kami juga mohon beberapa evaluasi dan arahan, serta akan kami tindak lanjuti, termasuk upaya-upaya perbaikan dari apa yang sudah kita kerjakan. Kami sudah laporkan kepada beliau bahwa seluruh lapas dan rutan memanfaatkan lahan idle yang ada untuk dioptimalkan dalam membangun program ketahanan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dari dalam,” terang Agus.

Saat ini, Nusakambangan telah memanfaatkan sekitar 135 hektare lahan produktif. Ratusan warga binaan dilibatkan dalam beragam sektor usaha, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, hingga budidaya udang dan sidat.

Pembinaan untuk Kesiapan Kembali ke Masyarakat

Transformasi Nusakambangan tidak hanya diposisikan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga sebagai model pembinaan yang menyiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan saat kembali ke masyarakat. Kegiatan produksi dan pelatihan ditempatkan sebagai bagian penting dari proses pembinaan kemandirian.

Dengan model tersebut, Nusakambangan kini tidak lagi hanya dipandang sebagai kawasan pemasyarakatan berisiko tinggi, tetapi juga sebagai contoh pengembangan lembaga pemasyarakatan yang lebih produktif. Dukungan politik dari Komisi IV DPR RI memberi sinyal bahwa pendekatan serupa berpeluang diperluas ke wilayah lain jika hasilnya dinilai efektif.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags