Veda Ega Pratama Incar Comeback di Moto3 Belanda Usai Jadi Pembalap Honda Terbaik di Brno

- Jumat, 26 Juni 2026 | 15:00 WIB
Veda Ega Pratama Incar Comeback di Moto3 Belanda Usai Jadi Pembalap Honda Terbaik di Brno

Veda Ega Pratama datang ke Sirkuit TT Assen dengan modal yang tak biasa. Pada seri sebelumnya di Brno, ia finis kelima meski harus start dari posisi ke-20 setelah terkena penalti turun 12 grid. Hasil itu tak hanya menambah 11 poin ke kantongnya, tetapi juga menjadikannya pembalap Honda terbaik di Moto3 Ceko 2026 mengungguli Joel Kelso dan deretan rider pabrikan Jepang lainnya yang finis di luar lima besar. Kini, di Moto3 Belanda yang dimulai Jumat (26/6/2026), Veda membawa momentum itu ke lintasan yang pernah ia kenal sejak masa Red Bull Rookies Cup 2024.

Pencapaian di Brno pada Minggu (21/6/2026) lalu bukan sekadar lompatan posisi biasa. Veda membukukan fastest lap 2 menit 04,524 detik pada lap keempat, merangsek ke grup depan, dan nyaris merebut podium sebelum akhirnya menuntaskan balapan di posisi kelima. Laporan resmi Honda Racing mencatat bahwa ritme balap yang ia tunjukkan menjadi bukti bahwa paket Honda Team Asia masih cukup kompetitif untuk bertarung di rombongan depan, bahkan di tengah dominasi motor-motor KTM.

Hasil itu membuat Veda tetap bertahan di posisi keenam klasemen sementara dengan 82 poin. Jaraknya dengan Marco Morelli di atasnya hanya empat poin. Satu hasil kuat di Assen bisa langsung mengubah peta persaingan di papan tengah dan membuka peluang untuk menekan barisan atas.

Bagi publik Indonesia, nama Veda sudah memiliki bobot berita tersendiri. Ia adalah pembalap pertama dari Indonesia yang naik podium Grand Prix, tepatnya saat merebut posisi ketiga di GP Brasil pada 22 Maret 2026. Setiap akhir pekan balapnya kini memiliki nilai lebih, bukan hanya sebagai laporan hasil, tetapi juga sebagai cerita tentang bagaimana seorang rookie Asia mampu bersaing di level tertinggi.

Assen sendiri bukan trek yang asing bagi Veda. Ia pernah tampil di sirkuit ini pada Red Bull Rookies Cup 2024 dan finis keempat pada race pertama serta ketujuh pada race kedua. Pengalaman itu bisa menjadi bekal tambahan bagi Honda Team Asia, terutama untuk membaca karakter tikungan cepat khas Assen. Namun, pekerjaan rumah terbesar Veda belakangan bukan hanya kecepatan balap, melainkan posisi start. Hasil sesi Practice di Assen akan sangat menentukan apakah ia bisa langsung mengamankan jalur ke Q2 atau kembali harus bekerja keras dari bawah.

Pada FP1 yang berlangsung Jumat siang, Veda menempati urutan ke-20 dengan waktu 1 menit 41,970 detik. Gap-nya dengan pemuncak sesi, Alvaro Carpe, hanya 1,101 detik sebuah jarak yang tipis untuk ukuran Moto3. Carpe, pembalap Red Bull KTM Ajo, memuncaki FP1 dengan catatan 1 menit 40,869 detik, unggul 0,099 detik atas David Almansa. Maximo Quiles melengkapi tiga besar dengan waktu 1 menit 41,167 detik. Tiga besar FP1 dikuasai rider Spanyol, menunjukkan bahwa mereka langsung menemukan ritme sejak awal akhir pekan.

Di belakang trio tersebut, Marco Morelli dan Joel Kelso mengisi posisi empat dan lima. Jarak waktu yang rapat menjadi sinyal bahwa persaingan menuju sesi berikutnya masih sangat terbuka. Sorotan lain datang dari rookie Asia lainnya, Hakim Danish, yang tampil impresif di posisi ke-11 dengan catatan 1 menit 41,449 detik hanya terpaut 0,580 detik dari posisi teratas.

Bagi Veda, hasil FP1 ini masih bisa menjadi modal positif. Sebagai rookie, ia belum terlalu tertinggal dan masih memiliki dua sesi tersisa pada Jumat, termasuk Practice pukul 18.15-18.50 WIB, untuk memperbaiki posisi. Jika tren comeback dari Brno berlanjut di Assen, GP Belanda akhir pekan ini bisa menjadi salah satu akhir pekan terpenting dalam musim debut Moto3-nya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags