Namun, proses pra rekonstruksi itu menimbulkan kekecewaan pada pihak keluarga dan kuasa hukum Pegi Setiawan. Pasalnya, penyidik dari Polda Jabar tidak memberitahu mereka terkait kegiatan tersebut.
"Sangat kecewa, karena tidak ada pemberitahuan (pra rekonstruksi),’’ ujar Kartini, ibu kandung Pegi Setiawan, saat datang untuk melihat pra rekonstruksi di Jembatan Talun, Cirebon.
Kartini pun mengaku tidak mengetahui apakah anaknya dihadirkan dalam pra rekonstruksi itu atau tidak. Dia tidak mendapatkan informasi sama sekali mengenai keberadaan anaknya. "Saya tidak tahu Pegi ada di dalam mobil atau tidak. Saya tidak diberitahu,’’ ucap Kartini.
Hal senada diungkapkan salah seorang tim kuasa hukum, Toni RM. Dia pun mengaku tidak diberi tahu mengenai kegiatan pra rekonstruksi itu.
‘’Tadi prarekonstruksi ini kami tidak dikabari. Buat kami dari hasil prarekonstruksi tadi tidak ada hasil apa-apa karena kami belum ketemu dengan Pegi Setiawan. Dan kami belum melihat adegan yang diperagakan,’’ kata Toni.
Toni pun mengapresiasi tingginya antusiasme warga yang datang memadati lokasi pra rekonstruksi. Bahkan, ada pula warga yang meminta agar Pegi dibebaskan.
"Kami gak nyangka, antusias dari warga cukup banyak, seperti nonton konser. Ketika ditanya, ingin ketemu Pegi, ada juga yang bilang, bebaskan Pegi,’’ tutur Toni.
Artikel Terkait
Bambang Tri Mulyono Kembali ke Meja Hijau, Gugat Ijazah Presiden di Ulang Tahunnya
Tito Karnavian Kualat Lupa Sebut Nama Purbaya di Rapat Satgas Aceh
RSUD di Sumatera Kembali Beroperasi, Namun Sejumlah Puskesmas Masih Terhenti
Kongres Muhammadiyah 1930: Pesta Akbar di Tengah Badai Malaise