Ketiga prajurit yang gugur itu adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Mereka sedang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Lebanon ketika serangan itu terjadi. Tak hanya yang gugur, lima anggota TNI lainnya juga mengalami luka-luka. Mereka adalah Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, dan Praka Deni Rianto.
Lalu, apa langkah pemerintah setelah insiden memilukan ini? Saat ditanya mengenai saran untuk pemerintah, Jokowi tak banyak bertele-tele. Beliau menegaskan bahwa pemerintah sebenarnya sudah paham betul apa yang mesti dilakukan. Titik.
Di sisi lain, respons resmi Indonesia sudah jelas. Pemerintah, lewat jalur diplomasinya, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera melakukan investigasi independen. Tak cuma itu, mereka juga menuntut pertanggungjawaban penuh atas serangan yang menewaskan prajurit perdamaian itu. Langkah ini dianggap penting, bukan hanya untuk keadilan, tapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian di masa depan.
Artikel Terkait
BMKG Catat 544 Gempa Susulan Pasca Gempa M7,6 di Bitung, Tren Mulai Mereda
Al-Nassr Hajar Al Najma 5-2, Ronaldo dan Mane Cetak Gol
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter
Prakiraan Cuaca Makassar: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Siang hingga Sore