Malam Sabtu (28/3) di Jakarta Selatan terasa lebih sunyi. Di kawasan Alam Asri VII, lampu-lampu dari sebuah rumah duka menyala terang, menjadi tujuan bagi mereka yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan. Salah satu pelayat yang datang adalah AM Hendropriyono, mantan Kepala BIN.
Ia tiba tak lama sebelum pukul setengah sepuluh malam. Langsung disambut keluarga di halaman, Hendropriyono kemudian masuk ke dalam. Hanya beberapa menit ia berada di dalam, memberi ruang untuk hening dan doa.
Usai melayat, di depan sejumlah wartawan, Hendropriyono membuka kenangannya tentang sosok Juwono. Kata-katanya mengalir, penuh rasa hormat. Ia menekankan satu hal: Juwono adalah pionir.
Bagi Hendropriyono, langkah itu bukan sekadar pencapaian personal. Kehadiran seorang sipil di pucuk pimpinan Kementerian Pertahanan membawa angin perubahan yang signifikan. Terutama dalam mendorong tentara untuk lebih berkembang di ranah intelektual dan akademik.
Artikel Terkait
Timnas Iran Gelar Aksi Diam Bawa Tas Sekolah, Berduka untuk 165 Korban Anak di Minab
Antonelli Rebut Pole Position, Grid Suzuka 2026 Diwarnai Kejutan
Justin Hubner: Indonesia Terasa Seperti Rumah Setiap Kali Dipanggil Timnas
Bazar Rakyat Instruksi Presiden Prabowo Serbu Monas, Dihadiri Ratusan Ribu Warga