Antusiasme warga Jakarta dan sekitarnya ternyata luar biasa. Sejak sore, lokasi sudah dipadati pengunjung. Pemerintah menyediakan 100 ribu kupon belanja yang bisa ditukar dengan berbagai kebutuhan atau produk UMKM. Tapi, jumlah pengunjungnya jauh melampaui perkiraan.
"Tadi laporan dari Pak Kapolda, lebih dari 100 ribu orang dari jam 4. Makin lama makin ramai, mungkin 200 ribu," tutur Teddy. Ia menambahkan, persediaan makanan yang disiapkan untuk 300 ribu orang pun hampir habis. Itu menggambarkan betapa semaraknya acara tersebut.
Melihat respons positif ini, pemerintah membuka peluang untuk menjadikan bazar serupa sebagai agenda rutin. Komitmennya jelas: terus menghadirkan kebahagiaan untuk rakyat.
“Ini pertama kali. Tentunya Bapak Presiden ingin yang terbaik, ya pasti akan rutin gitu ya,” pungkas Seskab Teddy.
Dari keriangan di Monas malam itu, pesannya sampai. Lebaran bukan cuma soal satu atau dua hari perayaan. Esensinya adalah energi kebersamaan. Dan energi itu bisa terus hidup, asal ada kemauan untuk menciptakan ruang di mana rakyat dan negara bisa bertemu, bercengkerama, dan berbagi senyum.
Artikel Terkait
Antonelli Rebut Pole Position, Grid Suzuka 2026 Diwarnai Kejutan
Justin Hubner: Indonesia Terasa Seperti Rumah Setiap Kali Dipanggil Timnas
Hendropriyono Kenang Juwono Sudarsono, Menteri Pertahanan Sipil dengan Jiwa Militan
AS Siap Gelar Pertemuan dengan Iran Pekan Ini, Sinyal Damai Muncul di Tengah Konflik