Dibalik Isyarat Damai, Korban Terus Berjatuhan
Namun begitu, kita tidak boleh lupa dengan realitas pahit di medan konflik. Semua ini berawal dari serangan udara AS dan Israel yang mengguncang Iran sejak akhir Februari. Angka korban jiwa yang dilaporkan mencengangkan: lebih dari 1.340 orang tewas.
Iran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan hujan drone dan rudal, menyasar Israel, Yordania, Irak, hingga negara-negara Teluk yang jadi pangkalan militer AS. Konflik ini sudah merembet kemana-mana. Efeknya bukan cuma kerusakan infrastruktur dan duka bagi keluarga korban.
Dampaknya global. Penerbangan terganggu. Selat Hormuz yang jadi urat nadi pengiriman energi dunia pun ikut goncang. Ketegangan yang berkepanjangan ini langsung mendongkrak harga energi global, membuat pasar minyak dunia kalang kabut. Jalur distribusi jadi kacau.
Di sisi lain, AS juga menanggung kerugian. Sedikitnya 13 personel militernya dilaporkan tewas sejauh ini. Setiap korban dari pihak manapun hanya menambah dalamnya jurang permusuhan dan mempersulit jalan menuju meja perundingan yang sebenarnya.
Artikel Terkait
Timnas Iran Gelar Aksi Diam Bawa Tas Sekolah, Berduka untuk 165 Korban Anak di Minab
Antonelli Rebut Pole Position, Grid Suzuka 2026 Diwarnai Kejutan
Justin Hubner: Indonesia Terasa Seperti Rumah Setiap Kali Dipanggil Timnas
Hendropriyono Kenang Juwono Sudarsono, Menteri Pertahanan Sipil dengan Jiwa Militan