Afgan Buka Luka Batin dalam Sebentar, Lagu yang Menggugah dari Album Retrospektif

- Selasa, 09 Desember 2025 | 22:50 WIB
Afgan Buka Luka Batin dalam Sebentar, Lagu yang Menggugah dari Album Retrospektif

Mengulik Lirik "Sebentar", Lagu Terbaru Afgan di Album 'Retrospektif'

Baru-baru ini, Afgan menghadirkan sebuah album baru bertajuk Retrospektif. Album ini memuat sepuluh lagu, dan salah satu yang menarik perhatian adalah lagu berjudul Sebentar.

Lagu ini seakan menggambarkan pergulatan batin seseorang yang dilanda firasat buruk. Ada getaran kecemasan yang kuat, ditambah dengan upaya untuk melawan ketakutan itu sendiri.

Berikut lirik lengkapnya:

Sebentar, sebentar
Tak mau firasat ini
Benar-benar terjadi

Berdebar, berdebar
Getaran riuh hatiku
Yang seolah iyakan ketakutanku

Sudah sekuat tenaga
Kukerahkan untuk bersama
Jika semesta bersabda
Apa daya? Uh
Kumohon waktu bantu aku lupakannya

Di bagian reff, terasa sekali bagaimana narator lagu ini merasa tak berdaya. Dia sudah berusaha maksimal, tapi tetap saja ada kekuatan lain yang seolah di luar kendalinya.

Perlahan, perlahan
Bila kau harus ambil dia
Demi kesiapanku

Walaupun kutahu ada hal yang memang
Tak bisa aku paksakan
Besar ketakutanku untuk menerima

Bagian ini seperti sebuah permohonan. Ada penerimaan yang pahit, meski ketakutan untuk benar-benar melepaskan masih sangat besar.

Sudah sekuat tenaga
Kukerahkan untuk bersama
Jika semesta bersabda
Apa daya? Uh
Kumohon waktu bantu aku lupakannya

Namun begitu, di tengah kegalauan itu, masih ada secercah harapan. Sebuah doa kecil agar semuanya hanya sekadar bayangan pikiran yang tak jadi kenyataan.

Semoga ini hanya sebatas firasat saja
Hanya pikiranku yang belum tentu
Terjadi sebenarnya
Oh, semoga saja

Lagu ditutup dengan pengulangan bagian yang paling menggugah, meninggalkan kesan mendalam tentang pergulatan antara usaha manusia dan takdir.

Sudah sekuat tenaga
Kukerahkan untuk bersama
Jika semesta bersabda
Apa dayaku?
Kumohon waktu bantu aku lupakannya.

Video: Afgan Ungkap Ketegaran Raisa di Pemakaman Ibu

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler