kata Kepala Bidang TPI Ngurah Rai, Gde Oki Rizky Aryadhika Heris, dalam konferensi pers di Mapolres Badung, Selasa (17/3).
Penangkapan di bandara itu sekaligus mengakhiri niat mereka meninggalkan Bali.
Membongkar Rakitannya
Setelah diselidiki lebih dalam, aksi ini ternyata melibatkan lebih dari dua orang. Slo, warga negara Italia, berperan sebagai kreator konten. Sedangkan NBS, juga dari Italia, adalah pemeran pria dalam video yang memakai jaket ojol itu.
Tak cuma mereka. Ada satu pelaku lagi, ERB (26) asal Prancis, yang bertindak sebagai manajer. Tugasnya mengatur distribusi konten ke berbagai platform digital berbayar.
Pemilihan jaket ojek online itu sendiri bukan tanpa alasan. Menurut polisi, itu murni strategi biar cepat viral.
“Pemeran pria warga negara Italia ini menggunakan jaket ojek yang dibeli di toko seharga Rp 300 ribu untuk menarik perhatian agar viral,”
ungkap Joseph Edward Purba.
Jadi, sederhana saja motifnya: sensasi plus keuntungan finansial. Mereka sengaja memakai simbol yang akrab di masyarakat Indonesia, jaket ojol, sebagai umpan untuk mendongkrak popularitas konten mereka yang sebenarnya terlarang.
Artikel Terkait
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus