Kisahnya berawal dari sebuah malam nahas, Senin (9/3/2026). Empat remaja SMP di Desa Drenges, Kertosono, sedang asyik merakit sebuah petasan jumbo. Ukurannya disebut-sebut sebesar paha orang dewasa. Tanpa diduga, bahan peledak itu meledak lebih awal. Tiga dari mereka pun terluka.
Satu korban yang lukanya ringan sudah diizinkan pulang malam itu juga. Tiga lainnya tak semudah itu. Luka bakar yang serius memaksa mereka dilarikan ke rumah sakit.
Di sisi lain, peristiwa ini jadi pengingat yang keras bagi para orang tua. Petugas mengimbau agar pengawasan terhadap anak-anak diperketat, terutama menyangkut mainan berbahaya seperti petasan. Nyawa taruhannya. Aktivitas merakit atau membakar bahan peledak bukanlah lelucon risikonya sangat nyata.
Artikel Terkait
Jadwal Salat 21 Ramadan 1447 H di Medan, Imsak 05:09 WIB
Mahfud MD Desak DPR Segera Rampungkan Revisi UU Pemilu dan Pilkada
Galatasaray Kalahkan Liverpool 1-0 Berkat Gol Cepat Lemina
Jonathan Miliano Alami Cedera ACL Kedua, Absen dari FIFA Matchday Series