Kasus ini langsung menyulut sorotan. Ramai dibicarakan, bukan cuma di komunitas lokal, tapi juga membanjiri berbagai platform media sosial. Desakan agar kasus ini ditangani secara transparan dan tuntas bergema dari banyak kalangan.
“Kami hanya ingin keadilan,” kira-kira begitu harapan yang tersirat dari aksi malam itu. Bagi keluarga dan warga yang hadir, lilin yang mereka nyalakan bukan sekadar ritual. Itu adalah suara. Sebuah permohonan agar hukum berjalan tanpa tebang pilih, memberikan kepastian bagi mereka yang ditinggalkan.
Di sisi lain, ada harapan yang lebih besar: semoga tragedi seperti ini tidak terulang lagi. Tidak ada keluarga lain yang harus merasakan luka yang sama.
Akhirnya, setelah doa-doa dipanjatkan, satu per satu lilin dibiarkan padam dengan sendirinya. Para peserta membubarkan diri dengan langkah lambat, meninggalkan kesunyian dan setumpuk bunga di tengah jalan yang kembali sepi. Malam pun semakin larut.
Artikel Terkait
Remaja di Gowa Tembus Mata Peluru Jelly, Polisi Kejar Pelaku
Rem Blong Truk Kontainer Diduga Picu Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, 2 Tewas
Anak Tinggalkan Adik Bayi di Gerobak Nasi Uduk, Surat Tulisan Tangan Ungkap Alasan
Fajar/Fikri Tersingkir di 16 Besar All England Usai Duel Sengit Tiga Gim