Menlu Tegaskan Misi TNI di Gaza Murni Kemanusiaan, Bukan Operasi Militer

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:00 WIB
Menlu Tegaskan Misi TNI di Gaza Murni Kemanusiaan, Bukan Operasi Militer

Di sisi lain, proyeksi kekuatan ISF ke depan cukup besar. Komandan Jasper Jeffers menyebut angka sekitar 20.000 tentara dan 12.000 polisi akan dikerahkan untuk memulihkan Gaza pascaperang. Wilayah Rafah disebut-sebut akan menjadi lokasi awal penugasan.

Komitmen Indonesia sendiri sudah berulang kali ditegaskan. Sehari sebelumnya, dalam pertemuan di Donald J. Trump Institute of Peace, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan penuh.

"Gencatan senjata merupakan capaian riil. Kami memuji capaian ini dan menegaskan komitmen untuk berkontribusi mengirimkan prajurit dalam jumlah signifikan," kata Prabowo.

Bahkan, angka 8.000 prajurit yang semula disebut bisa bertambah jika diperlukan. Intinya, pemerintah memastikan semua langkah ini berlandaskan prinsip kemanusiaan yang kokoh. Perlindungan warga sipil dan kepatuhan pada hukum internasional tetap jadi kompas utamanya, meski medannya rumit.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar