MURIANETWORK.COM - Kota Makassar dan sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sepanjang hari Sabtu, 21 Februari 2026. Berdasarkan analisis kondisi atmosfer, warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air, jalan licin, serta risiko banjir dan tanah longsor di area rawan.
Dinamika cuaca hari ini diperkirakan akan berlangsung cukup bervariasi. Pagi hari kemungkinan diawali dengan rintikan hujan ringan. Namun, seiring berjalannya waktu, intensitasnya berpeluang meningkat menjadi hujan ringan hingga sedang pada siang hingga sore hari. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas warga yang berencana melakukan kegiatan di luar ruangan.
Memasuki malam, langit Makassar diprakirakan akan didominasi awan. Meski demikian, kemungkinan hujan ringan masih tetap ada dan tidak dapat diabaikan. Pola cuaca serupa juga diperkirakan akan terjadi di wilayah-wilayah sekitarnya, termasuk Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Maros, Pangkep, Takalar, hingga Toraja Utara.
Analisis Kondisi Suhu dan Angin
Suhu udara di Makassar hari ini diperkirakan cukup beragam, berkisar antara 19 hingga 35 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang tinggi, mencapai 72-100%. Angin bertiup dari arah Barat Daya menuju Utara dengan kecepatan antara 07 hingga 40 kilometer per jam, yang turut memengaruhi pola penyebaran awan hujan di wilayah tersebut.
Imbauan untuk Masyarakat
Menyikapi prakiraan ini, masyarakat sangat disarankan untuk mengambil langkah antisipasi. Membawa payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar menjadi hal yang penting. Terutama bagi pengendara, ekstra hati-hati sangat diperlukan mengingat permukaan jalan bisa menjadi licin pasca hujan turun.
“Selain itu, Makassar juga termasuk dalam wilayah yang perlu mewaspadai potensi banjir dan longsor, terutama apabila hujan terjadi dengan durasi cukup lama,” ungkap analis cuaca setempat. Mereka menekankan bahwa pemantauan informasi cuaca terkini dari sumber berwenang tetap menjadi kunci untuk mengantisipasi perubahan kondisi yang mungkin terjadi secara tiba-tiba.
Kewaspadaan kolektif dan kesiapsiagaan sejak dini dinilai dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem, menjaga keselamatan, dan kelancaran aktivitas sehari-hari warga kota.
Artikel Terkait
Analis: Kemunculan Sjafrie dalam Bursa Capres 2029 Pertekan Peluang Gibran
Mentan Gandeng Organisasi Muda untuk Gerakkan Program Strategis Pertanian
Ahli Keuangan Soroti Fenomena Self Reward Generasi Z di Tengah Ketidakmampuan Beli Aset
Kejagung Dukung Wacana Pembentukan Unit Penyidikan HAM di Komnas HAM