"Ketika saya berkuasa, undang-undangnya saya ubah. Ketika saya tidak berkuasa, maka undang-undang yang saya ubah itu ternyata salah, ubah lagi deh," kata Said, dengan nada prihatin.
"Bukan seperti itu."
Persoalan Bangsa, Bukan Personal
Said kemudian mengarahkan pembicaraan pada sebuah fakta pahit: indeks persepsi korupsi Indonesia yang terus terpuruk. Situasinya sudah sampai di titik yang memprihatinkan, menurutnya.
Ia lalu mengajak semua pihak untuk melihat masalah ini dengan kepala dingin. Jangan sampai isu sepenting ini malah terjebak dalam narasi personal dan mengkambinghitamkan figur tertentu.
"Mari kita pertimbangkan secara matang-matang kondisi objektifnya seperti apa," ajak Said.
"Bukan karena Abraham Samad, bukan karena Jokowi-nya. Nggak ada urusan dengan itu semua. Karena ini urusan bangsa."
Artikel Terkait
Leeds United Singkirkan West Ham Lewat Drama Adu Penalti di Perempat Final FA Cup
Frankfurt Gagal Pertahankan Keunggulan, Köln Bangkit untuk Raih Poin 2-2
Petrokimia Gresik Sapu Bersih Jakarta Electric PLN 3-0 di Final Four Proliga
Keputusan Tahanan Rumah Yaqut Picu Gelombang Permohonan Serupa di KPK