Tanah Longsor di Kulonprogo Rusak Belasan Rumah, BPBD Catat 29 Titik Runtuhan

- Rabu, 18 Februari 2026 | 03:40 WIB
Tanah Longsor di Kulonprogo Rusak Belasan Rumah, BPBD Catat 29 Titik Runtuhan

MURIANETWORK.COM - Belasan rumah di Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami kerusakan akibat tanah longsor pada Selasa (17 Februari 2026). Bencana yang dipicu hujan deras selama dua hari berturut-turut ini terutama melanda permukiman di kawasan Perbukitan Menoreh, merusak sejumlah bangunan dan memutus akses jalan.

Dapur Rumah Hancur Diterjang Tebing

Dampak terparah bencana terpusat di Pedukuhan Pantog Wetan dan Puguh. Di lokasi tersebut, sebuah tebing dengan ketinggian sekitar 10 meter ambruk dan langsung menghantam bangunan-bangunan di bawahnya. Setidaknya tiga rumah warga mengalami kerusakan struktural yang serius, khususnya pada bagian dapur. Hantaman material tanah dan batuan yang keras menyebabkan tembok-tembok jebol dan memenuhi ruangan dengan lumpur.

Salah seorang korban, Sutrisno, menggambarkan momen menegangkan sebelum tebing itu runtuh. Ia mendengar suara aneh dari tanah di samping rumahnya.

"Sekitar jam 3 sore saat hujan deras, terdengar suara kretek-kretek tanah patah. Tebing sekitar 10 meter menimpa dapur. Untungnya saat kejadian keluarga sedang pergi arisan, jadi rumah sepi," ungkapnya.

Meski situasinya mengkhawatirkan, Sutrisno terpaksa tetap tinggal di rumahnya karena tidak memiliki alternatif tempat tinggal sementara.

Warga Terjepit Longsor dari Berbagai Arah

Pengalaman serupa dialami oleh warga lain, Sutarno. Ia menggambarkan bagaimana rumahnya nyaris terkepung oleh aliran air dan material longsor yang datang dari beberapa sisi sekaligus, sebuah kejadian yang belum pernah ia alami selama puluhan tahun tinggal di sana.

"Ada tujuh titik longsor di sekitar sini. Awalnya air dari talang, lalu samping longsor. Saya mau lari ke barat, ternyata di barat juga longsor. Akhirnya air masuk semua ke dalam rumah. Selama 15 tahun tinggal di sini, baru kali ini kejadian," tuturnya.

BPBD Catat Puluhan Titik Longsor

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo menunjukkan skala kejadian yang lebih luas. Terdapat catatan 29 titik longsor di seantero Kecamatan Kalibawang pasca periode hujan ekstrem tersebut. Angka ini mengonfirmasi tingginya kerentanan wilayah tersebut.

Kawasan Rawan dengan Topografi Ekstrem

Kondisi geografis menjadi faktor kunci dalam bencana ini. Permukiman di Desa Banjaroya terletak di lereng Perbukitan Menoreh yang dikenal memiliki topografi terjal dan tebing-tebing curam. Karakter alamiah ini menempatkan kawasan itu dalam kategori zona merah rawan bencana tanah longsor, terutama ketika curah hujan sangat tinggi dalam waktu lama.

Hingga saat ini, upaya pemulihan masih berlangsung. Warga setempat bersama aparat TNI, Polri, dan relawan bergotong royong membersihkan material longsor yang menutupi jalan dan merangsek ke dalam rumah-rumah. Peringatan resmi juga telah disampaikan oleh otoritas setempat mengingat potensi cuaca buruk yang masih mengancam.

"Kami mengimbau agar warga tetap waspada, terutama yang tinggal di bawah tebing curam, mengingat cuaca buruk diprediksi masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan," jelas pernyataan resmi dari BPBD Kulonprogo.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar