Tanah Longsor di Kulonprogo Rusak Belasan Rumah, BPBD Catat 29 Titik Runtuhan

- Rabu, 18 Februari 2026 | 03:40 WIB
Tanah Longsor di Kulonprogo Rusak Belasan Rumah, BPBD Catat 29 Titik Runtuhan

"Ada tujuh titik longsor di sekitar sini. Awalnya air dari talang, lalu samping longsor. Saya mau lari ke barat, ternyata di barat juga longsor. Akhirnya air masuk semua ke dalam rumah. Selama 15 tahun tinggal di sini, baru kali ini kejadian," tuturnya.

BPBD Catat Puluhan Titik Longsor

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo menunjukkan skala kejadian yang lebih luas. Terdapat catatan 29 titik longsor di seantero Kecamatan Kalibawang pasca periode hujan ekstrem tersebut. Angka ini mengonfirmasi tingginya kerentanan wilayah tersebut.

Kawasan Rawan dengan Topografi Ekstrem

Kondisi geografis menjadi faktor kunci dalam bencana ini. Permukiman di Desa Banjaroya terletak di lereng Perbukitan Menoreh yang dikenal memiliki topografi terjal dan tebing-tebing curam. Karakter alamiah ini menempatkan kawasan itu dalam kategori zona merah rawan bencana tanah longsor, terutama ketika curah hujan sangat tinggi dalam waktu lama.

Hingga saat ini, upaya pemulihan masih berlangsung. Warga setempat bersama aparat TNI, Polri, dan relawan bergotong royong membersihkan material longsor yang menutupi jalan dan merangsek ke dalam rumah-rumah. Peringatan resmi juga telah disampaikan oleh otoritas setempat mengingat potensi cuaca buruk yang masih mengancam.

"Kami mengimbau agar warga tetap waspada, terutama yang tinggal di bawah tebing curam, mengingat cuaca buruk diprediksi masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan," jelas pernyataan resmi dari BPBD Kulonprogo.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar