Harga ayam dan telur yang naik-turun kerap bikin pusing. Peternak meradang, konsumen pun mengeluh. Nah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman baru-baru ini menegaskan, pemerintah punya komitmen serius untuk menjaga stabilitas harga kedua komoditas itu. Caranya? Dengan turun tangan langsung di sektor hulu.
Melalui BUMN, pemerintah ingin jadi penyeimbang sekaligus penguat. Intinya, mereka mau jadi stabilisator.
Amran menjelaskan, pengembangan peternakan ayam terintegrasi lewat Danantara itu bukan tanpa alasan. Selama ini, gejolak harga sering banget bersumber dari hulu mulai dari pakan, vaksin, sampai DOC atau anak ayam umur sehari. Kalau pemerintah enggak intervensi di titik-titik krusial ini, ya harga di tingkat konsumen bakal terus fluktuatif. Ujung-ujungnya, ribut antara peternak dan pembeli.
"Kita ingin harga stabil. Harga DOC, harga telur, harga ayam stabil," tegas Amran.
Ia menambahkan, "Caranya untuk menstabilkan yaitu pemerintah harus bergerak dari hulu, yaitu pakan, vaksin, dan DOC, tanpa itu tidak mungkin. Sampai kiamat pun kita ribut konsumen dan produsen."
Pernyataan itu disampaikannya usai Rakortas Tingkat Menteri di Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa lalu.
Amran memberi contoh nyata. Dulu pernah ada lonjakan harga DOC sampai 30 persen. Akibatnya langsung terasa: harga ayam dan telur di pasaran ikut melambung. Nah, dalam situasi seperti itulah pemerintah merasa harus hadir. Hadir secara tegas untuk jaga keseimbangan.
Di sisi lain, Mentan mau meluruskan salah paham yang beredar. Pelibatan BUMN Pangan, termasuk Danantara, sama sekali bukan untuk merebut lahan usaha peternak rakyat. Justru sebaliknya. Peran mereka adalah memastikan pasokan dan harga bahan baku produksi tetap wajar dan terjangkau.
"Awalnya banyak salah paham. Dipikir ini harus seperti perusahaan swasta dari hulu ke hilir. Enggak," jelasnya.
"Pemerintah di hulu sebagai stabilisator. Jadi nanti bergeraknya BUMN di hulu, itu di pakan dan DOC. Ini menjamin suplai ke peternak kecil. Peternak kecil ikut nanti," terang Amran.
Ada alasan strategis lain kenapa BUMN yang dilibatkan. Dengan garis komando yang jelas ke pemerintah, kebijakan stabilisasi bisa dijalankan dengan lebih konsisten. Dan yang penting, tegas saat ada yang coba main-main.
"Kenapa BUMN kita libatkan? Kalau BUMN-nya macam-macam kita copot. Sederhana kan?" ungkapnya.
"Dan ini pemerintah. Enggak mungkin macam-macam direksinya. Garis komando. Kalau naikkan harga atau menyusahkan peternak, ya dia ditindak," tegas Mentan.
Langkah konkretnya sudah mulai berjalan. Pada Jumat pekan lalu, Danantara melakukan groundbreaking proyek pengembangan ayam terintegrasi fase pertama di enam lokasi.
Program yang diinisiasi Amran ini pada dasarnya adalah langkah antisipatif. Tujuannya jelas: memastikan pasokan daging ayam dan telur nasional aman, merata, dan berkelanjutan. Apalagi kebutuhan nasional terus meningkat, terutama untuk mendukung program-program strategis seperti Makan Bergizi Gratis.
Artikel Terkait
Sekretaris DPD II Golkar Soppeng Yahya Daud Meninggal Dunia
Bupati Bone Resmikan Rumah Brigade Pangan di Pesta Panen Dusun Tuan Lewo
Mantan Menag Yaqut Beri Klarifikasi ke BPK Soal Dugaan Kerugian Negara dari Kuota Haji
Polemik Proyek Kapal KKP dan Menkeu Berakhir Setelah Klarifikasi Langsung