"Jam 8 malam air sudah masuk ke jalan. Jam 1 dini hari, banjirnya sudah besar, air sudah masuk ke rumah," jelasnya, Kamis (12/2/2026).
Dia menambahkan bahwa kondisi pagi hari tidak menunjukkan perbaikan. Kekhawatiran akan kerusakan harta benda memaksa warga untuk segera bertindak.
"Ketinggian air pagi ini sekitar 1,5 meter, khawatir juga kami langsung selamatkan barang di rumah," ungkapnya.
Banjir Kiriman dan Imbauan Kesiapsiagaan
Berdasarkan informasi yang berkembang di lapangan, banjir ini diduga kuat merupakan kiriman air dari wilayah hulu di Kabupaten Kuningan. Aliran deras dari hulu menyebabkan debit Sungai Cisanggurung dan Sungai Cijangkelok meningkat drastis hingga melampaui kapasitasnya. Warga yang bermukim di bantaran sungai, khususnya Sungai Cisanggurung, terus diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sambil menunggu air surut, ratusan warga masih bertahan di rumah masing-masing. Pengalaman menghadapi bencana serupa sebelumnya memunculkan harapan sekaligus tuntutan. Banyak dari mereka berharap masalah banjir tahunan ini dapat diatasi secara tuntas, salah satunya melalui upaya normalisasi sungai yang dinilai telah mengalami pendangkalan signifikan.
Artikel Terkait
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Artileri di Lebanon Selatan
Analis Prediksi Harga BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Rp2.000 per Liter Awal April
Pemerintah Genjot Biofuel dan Bioetanol untuk Kemandirian Energi
Timnas Indonesia Hadapi Ujian Berat Lawan Bulgaria di Final FIFA Series