MURIANETWORK.COM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengonfirmasi bahwa TNI AD telah memulai tahap persiapan pasukan untuk kemungkinan misi perdamaian di Gaza. Persiapan ini dilakukan sambil menunggu keputusan final dan arahan resmi dari Markas Besar TNI mengenai kebutuhan spesifik dan jumlah personel yang akan ditugaskan.
Koordinasi Berjenjang Menentukan Langkah Selanjutnya
Jenderal Maruli menekankan bahwa proses ini masih berlangsung dan melibatkan koordinasi yang kompleks. Rantai komando dimulai dari pihak yang mengoordinasikan misi di lapangan, kemudian berlanjut ke Mabes TNI, dan baru turun ke Mabes AD untuk eksekusi teknis penyiapan pasukan.
“Itu masih terus berjalan ya. Jadi kan kami menunggu dari hasil koordinasi yang mengkoordinir di Gaza. Nanti ke Mabes TNI. Mabes TNI nanti ke Mabes AD memerlukan pasukan personel yang berkarakter apa. Ini kami siapkan,” tuturnya.
Fokus Pelatihan pada Kemampuan Kemanusiaan dan Teknis
Meski menunggu kepastian, persiapan internal di tubuh TNI AD sudah digulirkan. Latihan difokuskan pada kemampuan yang paling dibutuhkan di medan konflik seperti Gaza, yaitu dukungan teknis konstruksi dan layanan kesehatan, yang merupakan tulang punggung misi kemanusiaan dan rekonstruksi pascakonflik.
“Sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan kan kita nanti jadi perdamaian. Jadi berarti zeni, kesehatan, yang sering, seperti itu kami siapkan,” jelas KSAD usai menghadiri rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Jumlah Personel Masih Dalam Perkiraan
Mengenai skala kontingen, Jenderal Maruli menyebut angka yang masih bersifat perkiraan awal. Besaran satu brigade, yang bisa mencakup 5.000 hingga 8.000 personel, disebut sebagai salah satu kemungkinan. Namun, angka pasti masih menjadi bagian dari pembahasan dan negosiasi di tingkat pusat.
“Satu brigade, 5.000-8.000 mungkin. Tapi masih bernego semua, belum, belum pasti. Jadi enggak ada, belum ada kepastian angka sampai sekarang,” tambahnya.
Peran TNI AD Saat Ini: Menyiapkan, Menunggu Arahan
Dalam keseluruhan proses ini, KSAD menegaskan batasan peran Angkatan Darat untuk saat ini. Tugas utama mereka adalah memastikan kesiapan pasukan sesuai profil yang diminta. Sementara keputusan strategis terkait penugasan, waktu, dan lokasi akhir sepenuhnya berada di tangan komando atas dan pemerintah.
“Kami hanya penyiapan pasukannya saja,” tegas Jenderal Maruli.
Dengan demikian, TNI AD memastikan kesiapan prajuritnya, khususnya dari kecabangan zeni dan kesehatan, untuk mendukung setiap mandat perdamaian yang nantinya ditetapkan oleh pemerintah melalui Mabes TNI.
Artikel Terkait
Satgas Pangan Sulsel Perkuat Pengawasan demi Stok Aman dan Harga Terjangkau
Thunder Kukuhkan Puncak Klasemen Barat Usai Taklukkan Lakers di Kandang
Kemenag Rilis Jadwal Imsakiyah Resmi Ramadhan 2026
Prabowo Tegaskan TNI-Polri Harus Jaga Kepercayaan Rakyat