Thomas bukan nama baru. Latar belakangnya di sektor fiskal dan keuangan nasional cukup mumpuni. Pengalamannya sebagai Wakil Menkeu periode 2024-2026 menjadi bekal berharga.
Di sisi lain, publik juga mengenal fakta bahwa ia adalah keponakan Presiden Prabowo. Namun begitu, sorotan utama tentu pada kompetensinya.
Penunjukannya di BI bukannya tanpa alasan. Banyak yang berharap langkah ini bakal memperkuat kerja sama antara otoritas fiskal dan moneter. Sinergi itu dianggap krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional yang kerap dihadapkan pada tantangan global.
Kini, bola ada di tangan Thomas. Tantangan sebagai Deputi Gubernur BI tentu tidak ringan. Ekonomi dunia yang fluktuatif menuntut kebijakan yang cermat dan responsif. Semua mata akan tertuju pada langkah-langkah pertamanya di kantor barunya itu.
Artikel Terkait
KPK Siapkan Empat Program Kampanye Antikorupsi Hingga 2026
Kepatuhan LHKPN Capai 87,83%, Legislatif Tertinggal Jauh di 55,14%
Siswi 15 Tahun di Makassar Jadi Korban Pemerkosaan oleh Pria Dewasa yang Dikenal sebagai Kekasih
Kejagung Tetapkan Samin Tan Tersangka, Pengamat Desak Penelusuran ke Oknum Aparat