MURIANETWORK.COM - Sebuah organisasi ulama internasional menyatakan dukungan penuh kepada Iran di tengah memanasnya situasi geopolitik kawasan. Ketua Persatuan Ulama Perlawanan Dunia, Syekh Maher Hammoud, menegaskan solidaritas terhadap Republik Islam Iran dan Pemimpin Tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, seraya memperingatkan bahwa agresi lebih lanjut berisiko memicu konflik regional yang lebih luas. Pernyataan ini disampaikan awal Februari 2026, menyusul laporan-laporan mengenai ketegangan yang meningkat.
Peringatan akan Eskalasi dan Dampak Kemanusiaan
Dalam pernyataan resminya, Syekh Maher Hammoud tidak hanya menyampaikan dukungan, tetapi juga mengingatkan konsekuensi serius dari potensi konflik. Ia menilai setiap agresi terhadap Iran dapat membuka pintu bagi ketidakstabilan yang lebih dalam di Timur Tengah, sebuah kawasan yang sudah lama dilanda gejolak. Peringatannya menyoroti risiko nyata terhadap warga sipil, di tengah memori masih segar tentang perang berkepanjangan dan krisis kemanusiaan yang melanda wilayah tersebut dalam dua dekade terakhir.
Lebih lanjut, Hammoud mengecam keras segala bentuk ancaman yang ditujukan kepada kepemimpinan Iran. Menurutnya, tindakan semacam itu merupakan pelanggaran terhadap prinsip dasar kedaulatan negara dan norma hukum internasional, termasuk prinsip non-intervensi yang termaktub dalam Piagam PBB.
Penolakan terhadap Logika Konfrontasi
Organisasi yang dipimpin Hammoud itu juga secara tegas menolak apa yang mereka sebut sebagai "logika perang". Pernyataan mereka mengkritik penggunaan sanksi ekonomi dan tekanan politik yang dianggap justru memperdalam jurang polarisasi global. Kritik ini dilandasi kekhawatiran akan dampak riilnya terhadap masyarakat biasa, mulai dari terganggunya akses pangan dan kesehatan hingga goncangan pada stabilitas pasokan energi global.
Dari perspektif sejarah, pernyataan solidaritas ini juga dikaitkan dengan rekam jejak Iran sejak Revolusi 1979, khususnya dukungannya yang konsisten terhadap perjuangan Palestina. Pembukaan Kedutaan Besar Palestina pertama di Teheran disebut sebagai penanda simbolis dari orientasi kebijakan luar negeri Iran yang berbasis solidaritas.
Analisis Ketahanan Iran dari Berbagai Forum
Pernyataan Syekh Hammoud ini disampaikan dalam berbagai kesempatan. Dalam sebuah forum bertajuk “Revolusi Islam dan Tantangan Era Modern” di Sidon, Lebanon, ia menyoroti daya tahan Iran. Menurutnya, tekanan Barat selama puluhan tahun dinilai gagal meruntuhkan struktur politik negara tersebut, yang didukung oleh ketahanan institusional dan basis ideologis yang kuat.
Pandangan serupa juga disampaikan melalui kanal media lainnya, yang menegaskan bahwa upaya menggulingkan sistem di Iran dianggap tidak realistis. Argumen ini merujuk pada konsistensi kebijakan luar negeri Iran, kapasitas pertahanannya, serta kemampuannya beradaptasi dengan rezim sanksi internasional yang ketat.
Artikel Terkait
PSHK Desak Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Diadili di Pengadilan Umum
Bahlil: 20 Proyek Hilirisasi Tahap Awal Sudah Mulai, Investasi Capai Rp239 Triliun
Warga Makassar Bentrok dengan Petugas Tolak Penggusuran Kios di Jalan Satando
Pokon, Hidangan Khas Toraja yang Sarat Makna dalam Ritual Rambu Solo