Daryono mempertegas hal tersebut. "Gempa Pacitan ini jenis gempa Megathrust, yang tergambar dari mekanismenya yang berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal," ungkapnya.
Pusat gempa atau episenter terletak di laut, sekitar 89 kilometer di tenggara Kota Pacitan, pada kedalaman 58 kilometer. Meski kekuatannya cukup untuk membangunkan warga di tengah malam dan memicu kepanikan, otoritas memastikan tidak ada ancaman gelombang tsunami pascakejadian.
Skala Guncangan dan Imbauan
Getaran gempa dirasakan dengan variasi intensitas di berbagai daerah. Di wilayah-wilayah seperti Bantul, Sleman, dan Pacitan sendiri, guncangan tercatat pada skala IV Modified Mercalli Intensity (MMI), yang berarti cukup kuat dan dapat dirasakan dengan jelas oleh banyak orang baik di dalam maupun di luar ruangan.
Jangkauan guncangan meluas hingga ke Trenggalek, Wonogiri, Malang, bahkan Cirebon dengan skala III MMI, di mana getaran terasa mirip dengan lalu lintas truk berat. Sementara itu, wilayah yang lebih jauh seperti Tuban dan Jepara melaporkan getaran yang lebih halus pada skala II MMI.
Hingga setengah jam pascagempa utama, monitoring seismograf belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan yang signifikan. Para ahli mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari struktur bangunan yang tampak retak atau mengalami kerusakan untuk mencegah risiko cedera jika terjadi guncangan lanjutan. Situasi terus dipantau untuk perkembangan lebih lanjut.
Artikel Terkait
KPK Cabut Status Tahanan Rumah, Yaqut Kembali ke Rutan
Ambulans Terjebak Macet Parah di Jalur Cibadak Akibat Motor Ngeblong
Tudingan Jual Beli SK Kepengurusan Rp5 Miliar Guncang KNPI Sulsel
Foto Viral Pengisian Jerigen Solar Subsidi di SPBU Sinjai Picut Kecaman Warga