Hujan deras mengguyur, angin mengamuk. Dan tanah pun bergerak. Selasa (3/2) petang itu, Desa Camapakawarna di Cianjur diguncang longsor. Akibatnya, empat rumah warga luluh lantak. Tak hanya itu, sebuah madrasah, masjid, dan pabrik penggilingan juga ikut rusak parah.
Untungnya, tak ada korban jiwa atau luka-luka yang dilaporkan. Meski begitu, bencana ini tetap memaksa 16 warga meninggalkan rumah mereka. Mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, menyelamatkan diri dari amukan material.
Jalan kabupaten setempat pun tak luput. Badan jalan tertutup timbunan tanah dan bebatuan, memutus akses kendaraan sepenuhnya. Wilayah itu kini terisolasi, sulit dijangkau.
Menurut sejumlah saksi, longsoran terjadi cukup cepat. Suara gemuruh terdengar sebelum tanah itu menghantam bangunan-bangunan di bawahnya.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengonfirmasi kejadian ini. Jajarannya masih turun ke lapangan untuk menilai kerusakan yang terjadi.
"Kita menunggu alat berat, karena material longsor yang menutup badan jalan dan merusak sejumlah bangunan tidak memungkinkan untuk dilakukan pembersihan secara manual. Saat ini, alat berat tengah bergerak ke lokasi,"
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum dan Pembersihan Aparat
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sulawesi Selatan Sepanjang Hari Minggu
BRIN Prediksi El Nino Godzilla dan IOD Positif Ancam Ketahanan Pangan 2026
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Hampir Seluruh Sulawesi Selatan Minggu Depan