Keduanya ternyata sudah saling mengenal sejak lama. Mereka satu angkatan di SMA Negeri 3 Bandung, lalu bertemu lagi sebagai mahasiswa ITB. Dalam kenangan Ilma, Dzikry adalah pribadi yang konsisten dan teliti.
“Dia sosok yang sangat detail dan disiplin dalam berpikir. Karakter itu penting banget untuk peran analis di level tim nasional,” kenang Ilma.
Lebih jauh, kehadiran Dzikry diharapkan bisa menyeimbangkan intuisi lapangan dengan analisis yang dingin. Pendekatan berbasis data itu bisa memperkaya proses pengambilan keputusan teknis, menciptakan harmoni antara seni dan ilmu dalam sepak bola.
Ini bukan kali pertama alumni ITB berkontribusi di sepak bola nasional. Sebelumnya, ada nama Ratu Tisha Destria yang terlibat dalam penguatan tata kelola di tubuh PSSI.
“Tidak semua kontribusi harus datang dari lapangan,” kata Ilma. “Peran strategis di balik layar sama pentingnya untuk membangun sepak bola yang sehat.”
Penunjukan ini juga selaras dengan semangat Gerakan Inovator Nasional 2045 (GIN2) yang digagas Ilma. Gerakan itu mendorong lahirnya inovator lintas disiplin yang berani membawa cara berpikir baru.
“Dzikry contoh konkretnya. Dia menunjukkan bagaimana ilmu, profesionalisme, dan nasionalisme bisa berjalan beriringan,” tegasnya.
Pada akhirnya, langkah Timnas ini dinilai mencerminkan perubahan paradigma. Sepak bola Indonesia mulai meninggalkan keputusan yang hanya mengandalkan firasat, beralih ke fondasi ilmu pengetahuan dan data.
“Sepak bola dunia sudah lama ke arah situ. Data sekarang jadi dasar, bukan pelengkap. Kehadiran analis profesional di Timnas adalah langkah yang tepat waktu,” ujar Ilma.
Ia menutup dengan penegasan. Penunjukan Dzikry adalah simbol bahwa pengabdian pada bangsa punya banyak wajah.
“Tim Nasional bukan cuma soal menang atau kalah, tapi tentang harga diri bangsa. Ketika anak-anak bangsa terbaik bersedia hadir dan mengabdi dengan sepenuh hati, di situlah Garuda berdiri tegak.”
Artikel Terkait
Inacraft Digital Excellence Award: Lomba Digitalisasi untuk Pengrajin UMKM
Kisah Pilu Pemilik Toko: Korban Pencurian Berakhir Jadi Tersangka
Seruan Prabowo di Pantai Kuta: TNI-Polri dan Pelajar Turun Tangan Bersihkan Sampah
Netanyahu Tegaskan: Palestina Takkan Pernah Merdeka, Ini Alasannya